Midlaner Sanz mengakui beberapa kekurangan Fnatic ONIC yang membuat mereka gagal mempertahankan gelar di dua ajang sekaligus, yaitu MSC dan ESL Snapdragon Pro Series yang berlangsung sebelum MPL ID S14 dimulai. Hal ini berkaitan dengan in-game dan kesiapan tim dalam bersaing.

Sebagai juara bertahan, Fnatic ONIC menjadi salah satu tim favorit di MSC 2024 dan ESL SPS S5. Terlebih kekuatan mereka juga tidak banyak berubah dan telah terbukti mampu menjadi mempertahankan gelar juara mereka di MPL ID S13 untuk empat kali berturut-turut.

Mobile Legends, FNatic ONIC juara MPL ID S13
Kredit: Dhonazan Syahputra/ONE Esports

Namun faktanya, Fnatic ONIC tidak mampu memenuhi ekspektasi tersebut. Di MSC 2024 mereka bahkan tidak mampu lolos ke babak knockout, sementara di ESL SPS S5 hanya finis di peringkat keempat.

Hasil ini menunjukkan ada masalah dan kekurangan Fnatic ONIC yang harus mereka hadapi saat bertanding di MSC 2024 dan ESL SPS S5. Ada beberapa hal yang dipercaya menjadi kendala menurut beberapa pemerhati MLBB, seperti adaptasi dengan META dan juga penggunaan best-of-two (BO2) di fase grup.

BERITA TERKAIT
Jadwal Fnatic ONIC di MPL ID S14
Kiboy: EVOS masih pesaing terberat ONIC di MPL ID S14
Tier list MPL ID S14 versi KB: Siapa pesaing Fnatic ONIC?

META dan BO2 diakui Sanz jadi kekurangan Fnatic ONIC di MSC 2024 dan ESL SPS S5

Kekurangan Fnatic ONIC

Ketimbang menebak-nebak mengenai hal apa yang menjadi kekurangan Fnatic ONIC di MSC 2024 dan ESL SPS S5, ONE Esports mencoba bertanya langsung kepada Sanz untuk mendapatkan jawaban pasti tentang hal ini. Baik mengenai META dan BO2, sang midlaner pun mengakui keduanya.

Menurut Sanz, menang ada faktor terlambat beradaptasi dengan META dan juga penggunaan BO2 yang menjadi kekurangan Fnatic ONIC di MSC 2024 dan ESL SPS S5. Hal ini diakui karena dirinya sendiri memang merasakan hal tersebut.

Mobile Legends_Fnatic ONIC vs Team Falcons, MSC 2024
Kredit: Esports World Cup

“Saya merasa sepertinya memang benar (terlambat menyesuaikan diri dengan META) karena saya juga merasa seperti tertinggal saja dengan tim-tim yang ada di MSC dan ESL kemarin,” kata Sanz kepada ONE Esports.

“Mungkin bisa dibilang kami memang ketinggalan saja. Jadi mungkin di turnamen-turnamen selanjutnya kami bisa bekerja lebih keras di scrim biat kami tidak ketinggalan lagi.”

“Soal BO2, kalau dari saya memang ada faktor (yang memengaruhi walaupun) sedikit karena kami jarang merasakan BO2 juga dan memang lumayan mengerikan (digunakan) di group stage. Jadi kami memang masih harus lebih bersiap diri lagi jika kembali bermain BO2 lagi,” tuturnya.

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Jadwal MPL ID S14, format, hasil, dan cara menonton