Masalah Depezet berujung sanksi berlapis!
Mantan Midlaner EVOS, Muhammad “Depezet” Shihab membuat gempar jagad sosial media dan scene kompetitif MLBB Indonesia.
Bukan karena prestasi, Depezet terjerat masalah dengan beberapa fans wanita. Setelah dia sempat menuai kontroversi berujung didamaikan dengan korban pertama berinisial “S” kini Depezet kembali membuat kegaduhan.
Usai EVOS gagal di ESL SPS Season 6 Challenge Finals, pihak manajemen kembali resmi menjatuhkan sanksi tegas kepada Depezet. Kini, dia dinyatakan nonaktif dan sudah tidak dapat mewakili EVOS dalam bentuk apa pun.

Terkait sanksi yang sudah dijatuhkan EVOS kepada Depezet, pihak MPL Indonesia memberi tindakan tegas atas masalah ini. Selain itu, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) juga angkat bicara terkait masalah tersebut.
Dari MPL Indonesia sampai PB ESI merespons sanksi terhadap Depezet

Manajemen EVOS Esports kembali menjatuhkan sanksi kepada Depezet pada Kamis (13/2) melalui akun Instagram mereka.
Pernyataan resmi tersebut kini membuat Depezet secara langsung di-nonaktifkan dari EVOS dan tidak dapat mewakili EVOS dalam bentuk apa pun.
Merespons pernyataan dari pihak EVOS, MPL Indonesia juga menjatuhkan sanksi terhadap pihak terkait dengan masalah yang telah terjadi.

“MPL Indonesia menghormati keputusan yang dibuat oleh manajemen EVOS Esports untuk menonaktifkan Depezett setelah perilakunya yang tidak profesional. Mengikuti aturan liga, kami akan memberikan penalti kepada pihak terkait atas pelanggaran ini,” tulis pihak MPL Indonesia.
Sementara itu, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) juga merilis pernyataan resmi terkait masalah EVOS Depezet.
PB ESI menyesalkan apa yang terjadi dengan hal tersebut, dan hal itu tidak dapat ditoleransi. PB ESI pun mengapresiasi manajemen EVOS atas tindakan dan keputusan yang telah dibuat.
“Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menegaskan komitmennya untuk menciptakan ekosistem esports yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan serta pelecehan, termasuk pelecehan seksual fisik maupun verbal,” tulis PB ESI.
“Kami menyesalkan adanya kejadian pelecehan yang melibatkan pro player terhadap gamer perempuan, dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi. Kami mengapresiasi langkah tegas yang diambil oleh berbagai pihak dalam menangani kasus ini, serta mendukung upaya kolektif untuk menjaga integritas dan keamanan komunitas esports.”
Semoga saja ke depannya, masalah ini tidak kembali terulang dan setiap atlet esports dapat menjaga integritas dalam kariernya.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA : Jadwal ESL Snapdragon Season 6, format, hasil dan cara menonton