RSG PH tak tersentuh. Tim yang di awal MPL PH S9 kurang dipandang itu, tiba-tiba melonjak dan menjadi tim paling spesial di Filipina saat ini. Langkah mereka sepanjang musim mendekati sempurna.
Berhasil menjadi juara regular season dan hanya dua kali kalah, Light Dkk kian sempurna di babak playoff. Tak ada tim yang benar-benar mampu mengimbangi gameplay, kedisiplinan, dan objektif mereka sejauh ini.
RSG PH meraih dua kemenangan sempurna 3-0 pada dua laga yang secara logika harusnya sangat berat. Mereka menghadapi ONIC PH dan TNC, tapi menang mutlak melawan dua tim kuat itu.
Aqua, Demonkite, Light, Emann, dan Nathzz sudah sangat menyatu dan gameplay pun menjadi enak untuk diikuti. RSG PH seakan tak pernah merasakan kendala dalam permainan.
Keberadaan pelatih Panda menjadi faktor. Sosok yang membawa Timnas Filipina juara SEA Games 2019 MLBB tersebut berhasil membentuk tim solid, walau tak ada megabintang di dalamnya. Ia bahkan bisa dikatakan membentuk bintang baru.
- Prediksi pelatih Blacklist International soal calon juara MPL PH S9
- Alasan di balik selebrasi berlebihan Kelra usai Smart Omega singkirkan ECHO di MPL PH S9
RSG PH menanti lawan di grand final
RSG PH menjadi tim pertama yang lolos ke grand final dan dipastikan segera tampil di MSC 2022. Mereka masih menunggu lawan terakhir antara TNC dan Smart OMEGA.
Pada konferensi pers, Panda tak mau jemawa. Dia menganggap kedua tim sama kuatnya tapi memiliki kelebihan yang berbeda dan berbanding terbalik.

“Saya merasa TNC adalah tim yang sangat objektif dan membutuhkan sedikit eksekusi yang lebih baik. Sementara Omega adalah tim yang berorientasi pada teamfight, tapi juga objektif. Namun, karena itu risiko mereka akan lebih besar,” kata Panda.
“Hal terbaik tentang TNC adalah mereka disiplin dan punya komunikasi yang baik. Mereka selalu mendapatkan objektifnya. Ketika tidak, mereka akan mencari trade, seperti Blacklist International. Satu-satunya yang harus dikembangkan adalah eksekusinya.”

“Sementara Smart OMEGA laiknya pisau. Mereka bisa menyakiti kalian seperti pisau yang menjadi senjata. Tapi kadang itu berhasil, kadang tidak. Saya tak akan berkata peluangnya 50-50. Mereka tim kuat yang tahu cara bermain. Ketika eksekusinya sempurna, mereka akan berbahaya,” pungkas dia.
BACA JUGA: Alasan Kelra menangis setelah Omega tendang ONIC PH