RSG MY dan Suhaz Esports benar-benar serius dalam mempersiapkan tim di MPL MY Season 8. Seiring semakin panasnya persaingan, tiap tim mulai berlomba mendapat pemain terbaik.
Pada season 7, RSG secara mengejutkan berhasil meraih gelar juara. Padahal mereka adalah salah satu tim yang baru terbentuk. Hal ini membuktikan bahwa persaingan di sana masih sangat berimbang.

Pada jeda musim, perpindahan pemain pun mulai terjadi.
Orange Esports bubar, pemain-pemainnya jadi incaran
Salah satu kuda hitam yang paling mencolok di season 7 adalah Orange Esports. Mereka mampu tampil ganas dengan gameplay yang agresif.

Sayangnya Orange bubar pasca season 7. Tak ayal para pemainnya pun langsung jadi incaran tim-tim besar lainnya. Setidaknya sudah ada tiga nama yang menyebrang untuk season ini.
- Suhaz Esports pastikan lepas dari EVOS di MPL MY Season 8
- Xorn bisa kembali bersinar di MPL MY Season 8
Mali gabung Suhaz Esports, Mom jadi bagian RSG MY
RSG MY sebagai juara bertahan tentu ingin menambah kekuatan di season ini. Tak ayal Mom pun resmi mereka datangkan.
Pemain berkacamata itu merupakan jungler dari Orange di musim lalu. Selain itu kelebihan Mom adalah piawai juga bermain di role-role lain. Fleksibilitas ini yang diyakini akan sangat membantu RSG ke depannya.
Sementara salah satu roamer paling berbakat di Malaysia yang terkenal akan kejenakaannya, Mali, juga resmi jadi bagian Suhaz Esports.
Mali begitu menonjol dengan shoutcall apik dan hasrat membara tiap laganya. Hal itu terlihat ketika dia memimpin Orange musim lalu.
Kehadiran Mali tentu akan membuat gameplay Suhaz kian berwarna, menengok tim ini sudah berisi pemain-pemain muda berbakat.
BACA JUGA: MSC 2021: 3 pemain yang sudah pulang, tapi beri performa menawan