Resurgence (RSG) bisa dianggap salah satu tim Mobile Legends: Bang Bang di Singapura. Mereka adalah juara di MPL MY/SG Season 5.

Meski begitu, RSG melangkah ke ONE Esports MPLI dengan kondisi yang bisa dibilang kurang menggigit. Pasalnya mereka datang sebagai runner-up di MPL MY/SG sebagai tim Singapura kedua terbaik.

RSG harus menerima kekalahan di lower bracket semifinal menghadapi Orange Louvre Esports 1-2 ketika itu. Mereka pun gugur lebih awal.

Tak ayal pasca season 6, para player RSG melakukan rehat dan istirahat sejenak untuk refresh kembali. Sempat mengalami problem internal dan personal, player serba bisa RS, Ho “Sync” Ee Hong memastikan RSG sudah siap untuk MPLI.

Setelah apa yang terjadi di MPL MY/SG Season 6, Sync ingin membayar semuanya di MPLI. Kepada ONE Esports, ia memastikan RSG akan jauh lebih baik dalam melakukan draft.

“Kapten kami (Kayzeepi) akan kembali bertanggung jawab untuk menganalisis tim. Dia sudah melewati beberapa musim tak melakukan itu, jadi kami percaya bersamanya draft kami akan jauh lebih baik,” ujarnya.



Seiring dengan Kayzeepi yang kini punya tanggung jawab utama saat sesi draft, Sync memberikan sinyal bahwa dirinya akan lebih fleksibel memilih hero offlaner, tak terpaut kepada Uranus, Yu Zhong, dan Khaleed.

Tim Singapura seperti RSG memang punya latar belakang berbeda ketimbang player di region Indonesia atau Filipina. Sync Dkk hanya menjadikan esports sebagai pekerjaan paruh waktu, karena di waktu bersamaan mereka punya pekerjaan tetap.

“Meski merupakan part-timer, tapi kami akan membuktikan kualitas dan tak mau dianggap sebagai lawan yang mudah,” kata Sync. Menambahkan bahwa RSG beradaptasi dengan kondisi ini dengan bekerja pintar dan berlatih secara efisien di waktu yang sempit.

Indonesia juga menjadi negara yang paling disorot oleh Sync. Menurutnya Indonesia adalah referensi. “Mereka adalah role model dari sebagian besar negara lain untuk Mobile Legends”.

Sync percaya bahwa Indonesia sangat-sangat kuat dalam hal mekanik. Hal ini terjadi karena mereka memang menghabiskan waktu untuk mengasah skillnya.

“Saya ingin mengalahkan role model kami untuk memperlihatkan kami lebih baik. RRQ Hoshi adalah salah satu tim terkuat. Mereka selalu mampu mencari jalan keluar, sehingga tim ini adalah yang ingin kami lawan,” tutur Sync.

Sync juga tak melupakan Filipina karena tim-tim di sana juga sebagian besar adalah player profesional tetap yang bisa menciptakan META sendiri. Dia pun mengurutkan Indonesia, PH, MY/SG, dan Myanmar sebagai urutan tim terkuat.

Terkait kuda hitam, player offlane yang sebelumnya adalah midlaner itu menganggap Burmese Ghouls adalah kuda hitam.

Selain membicarakan MPLI, Sync juga mengungkapkan kegiatannya pada waktu rehat setelah season 6 sampai MPLI nanti. Ia sedang merenovasi apartemennya.

Ia bahkan melakukan desain sendiri untuk beberapa hal. Satu hal yang paling signifikan adalah set-up yang dia buat untuk streaming. Sebelumnya meja kerja dan streaming Sync ada di kamar tidur. Tapi nantinya akan ada tempat tersendiri agar dia dan istrinya bisa lebih nyaman berkegiatan.

BACA JUGA: Tim incaran dan paling dihindari di draft bracket MPLI versi CEO Alter Ego