RRQ Hoshi masih tampil apik di M3 World Championship. Perjalanan mereka terbilang mulus dan tak menghadapi banyak masalah.

Pada fase grup, Raja dari Segala Raja tampil superior. Mereka meraih tiga kemenangan sempurna dan memastikan satu tempat di upper bracket. Cobaan sesungguhnya baru benar-benar terjadi di playoff saat mereka menghadapi Todak.

Pada akhirya RRQ Hoshi memang menang 3-1 melawan Todak. Tapi kemenangan itu tak didapati dengan mudah. Hampir semua game berjalan ketat, bahkan kemenangan RRQ Hoshi di game pertama dan kedua terbilang comeback dari kondisi yang sulit.

Untuk pertama kalinya tim-tim peserta M3 bisa melihat RRQ Hoshi melakukan kesalahan setelah di fase grup mereka terlihat sangat kuat.

Acil memastikan timnya belum memberikan 100 persen

Pasca pertandingan, pelatih RRQ Hoshi, Acil, memastikan bahwa timnya belum menampilkan yang terbaik. Ia juga mengungkap alasan mengapa timnya kalah tercomeback secara dramatis di game ketiga.

Pada game tersebut, RRQ Hoshi hanya tinggal menghancurkan base lewat satu kali push. Tapi, kondisi tersebut gagal dimaksimalkan, mereka malah ter-wiped oleh Todak dan akhirnya kalah. Pada game ini juga Alberttt menggunakan Ling-nya.

RRQ Hoshi, Mobile Legends, M3 World Championship
Sumber: ONE Esports

“Kami mencoba strategi baru di game ketiga, sehingga kondisi menjadi sulit dan kalah,” katanya pada konferensi pers.

“Buat Todak goodluck di lower bracket. RRQ Hoshi sendiri masih bermain di bawah 50 persen ini masih awal,” tambah dia.



Ling Alberttt diharapkan lebih sering keluar

Pada laga melawan Todak, RRQ Hoshi dua kali memakai Ling. Menjadi peristiwa langka ketika Ling Alberttt tak terlalu direspek dan dilepas pada tiga game.

Meski sempat kalah sekali, Acil berharap makin banyak tim yang melepas Ling dari Alberttt.

RRQ Alberttt
Kredit: Moonton

“Melepas Ling membuat kami sangat senang. Saya berharap tim-tim lain bisa melepas Ling karena itu menyenangkan buat kami,” tutup sang pelatih.

BACA JUGA: ONIC Kairi: BTK mengejutkan, RRQ Alberttt jago banget!