Siapa yang tidak mengenal Calvin “CW” Winata? Gold laner dari ONIC Esports ini adalah MVP Grand Final MPL Season 8 yang juga berhasil membawa timnya menjadi juara di MPLI 2021. Dalam sebuah perbincangan bersama Jonathan Liandi di program EMPETALK, ONIC CW mengungkapkan jika RRQ Hoshi adalah tim pertama yang membuatnya menyadari betapa beratnya persaingan MLBB di Indonesia.

MPL ID Season 6 adalah waktu terberat untuk CW

Mobile Legends, ONIC CW, ONIC Esports, Playoff MPL ID Season 8
Kredit: Redzi Arya/ONE Esports

CW pertama kali merasakan persaingan MPL ID kala ia dipromosikan ke lineup utama di Season 5. Merasakan kemenangan di pertandingan perdana membuat dirinya terlalu percaya diri. Namun RRQ Hoshi membuyarkan kepercayaan diri itu dan membuat CW sadar betapa panasnya persaingan MLBB di Indonesia.

“Setelah menang mudah di pertandingan pertama, sempat terbesit pikiran jika semua tim di MPL itu lemah. Sampai akhirnya bertemu RRQ Hoshi, mereka berhasil membungkam saya yang kala itu bermain sebagai core,” ungkap CW.

Di season berikutnya CW kembali dipercaya untuk mengisi line-up ONIC Esports, namun di musim ini pula ia merasakan titik terendah di perjalanan kariernya. Kedatangan SANZ membuatnya harus menerima bermain di posisi lain, bahkan di role support.

“Saat itu saya kalah skill oleh SANZ sampai coach meminta saya untuk pindah role ke side.”

Perpindahan role ke offlaner juga tidak berjalan mulus bagi sang pemain. Dalam putaran musim reguler MPL ID Season 6, ia hanya bermain sebanyak dua game, itu pun untuk mengisi role support.

“Selama musim reguler (MPL ID Season 6), saya hanya bermain dua game. Kala itu saya diminta untuk bermain support, padahal sebelumnya saya hanya berlatih offlaner.”

Pencapaian tim dan performa pribadi yang kurang memuaskan membuat ONIC CW mengakui jika musim ini adalah masa terberatnya selama berkarier di scene profesional MLBB.



Kemunculan gold lane memberikan harapan baru untuk CW

Di MPL ID Season 7, muncul patch yang memperkenalkan sistem baru, yaitu gold lane dan EXP lane. ONIC CW menyambut baik kedatangan mekanisme baru ini karena ia bisa kembali memainkan marksman, jenis hero favoritnya.

ONIC Esports sempat merasakan kejayaan di season tersebut, mereka mampu menjadi yang teratas di klasemen musim reguler. Sayangnya kesuksesan itu tidak bisa mereka lanjutkan ka fase playoff.

Menyadari ada yang salah di musim sebelumnya, ONIC Esports mendatangkan dua mental coach untuk membantu para pemainnya. Hasilnya pun tidak mengecewakan, gelar juar MPL langsung menjadi hadiah manis yans sangat didambakan sang landak kuning.

CW sangat mengapresiasi keputusan ONIC untuk mendatangkan mental coach, baginya keputusan tersebut memperlihatkan jika bukan hanya pemain yang ingin menjadi juara, tapi tim juga tidak kalah berambisi untuk meraih trofi.

“Saya salut dengan ONIC Esports karena mereka serius, di MPL ID Season 8 mereka mendatangkan dua mental coach. Terkadang hanya player saja yang ingin menang, tapi tim ini telah memperlihatkan jika mereka juga ingin menang.”

CW juga menceritakan seberapa besar peran mental coach di kesuksesan ONIC Esports musim ini.

“Di Season ini ada dua momen di mana kami hampir terkena comeback, melawan EVOS Legends dan RRQ Hoshi. Tapi untungnya saat itu mental coach mampu membuat kami kembali tenang.”

BACA JUGA: RRQ Clay sebut hanya ada 1 hero over powered untuk posisi midlaner