Pembahasan soal Mobile Legends: Bang Bang Professional League yang kini bersistem franchise league memang terus menjadi pembahasan menarik.

Pro dan kontra terkait MPL masih saja terdengar, meski liga tertinggi Mobile Legends Indonesia itu sudah memasuki pekan kelima. Ada yang mulai menikmati, tapi tak sedikit juga yang menyayangkan hanya delapan tim yang mampu tampil di sana.

Mantan pelatih EVOS Esports cabang MLBB, Michael “Gemik” Guyard, turut berbicara tentang hal tersebut. Eksklusif kepada ONE Esports, Gemik mengakui bahwa franchise league bisa memupus harapan player Mobile Legends berbakat yang tak tampil di delapan tim peserta.

“Saya terkejut ketika mempelajari tentang franchise league bahkan sebelum hal itu resmi dilakukan (Moonton). Terutama ketika saya mulai mengerti bahwa liga ini menjadi lebih memikirkan bisnis ketimbang game itu sendiri. Reaksi pertama saya adalah harga untuk bisa bermain benar-benar bisa membunuh kompetisi,” katanya.



“Pada akhirnya yang terjadi tak jauh berbeda karena hanya delapan tim yang bisa membayar harga tersebut, Louvre Esports pun yang merupakan tim Mobile Legends terbaik Indonesia bahkan dunia, harus menyerahkan rosternya. Bagi saya itu sedikit membunuh atmosfer MPL. Tidak seharusnya kepentingan bisnis menjadi prioritas, seharusnya turnamen lebih mementingkan esports dan kompetisi itu sendiri.”

“Sekarang nyaris mustahil bagi rising star di Mobile Legends yang tak bermain di tim MPL, untuk mengudara. Saya sudah merasakan pengalaman yang sama dulu saat saya masih menjadi pemain Counter Strike. Saat itu saya sangat sulit bergabung dengan tim profesional, karena mereka hanya melakukan transfer di antara tim-tim besar yang ada,” tuturnya.

Meski begitu, Gemik juga mengungkapkan hal positif terciptanya franchise league ala MPL.

“Terlepas dari itu, ada sisi positif juga. Beberapa tim kini memperluas roster mereka. Bahkan masing-masing punya empat sampai lima pemain baru. Memiliki 10 player dalam satu tim akan meningkatkan rivalitas internal, laiknya sepak bola yang mana ada 21 pemain yang memperebutkan 11 tempat. Itu sangat baik untuk kompetisi karena level kompetitif individu akan meningkat dan kompetisi otomatis semakin seru,” jelas Gemik.

“Rivalitas antara pemain utama dan mereka yang terus dicadangkan sebenarnya sangat berat. Mereka yang ingin menggantikan pemain lain, harus hati-hati dan bekerja dua kali lebih keras. Keuntungan lain adalah popularitas dan sorotan publik yang dua kali lipat lebih besar di franchise league.”

“Itu akan memberikan Anda daya tarik tersendiri. Uang yang dibayarkan oleh franchise league tentu akan dihabiskan untuk pemasaran dan membuat MLBB berjalan ke level yang lebih tinggi,” tutup sosok asal Prancis itu.

BACA JUGA: 4 tanker terbaik Mobile Legends menurut Donkey