MPL ID Season 9 baru saja melewati paruh pertama kompetisi dengan ONIC Esports untuk sementara menjadi pengusasa klasemen Land of Dawn.

Gelaran kompetisi Mobile Legends: Bang Bang kasta tertinggi di Indonesia pada musim kali ini terbilang mengejutkan. Sejumlah prediksi di awal musim meleset dari perkiraan berkat performa dan hasil akhir mengejutkan yang diperoleh oleh sejumlah tim.

Analis sekaligus caster jempolan Om Wawa menyuguhkan sejumlah catatan sekaligus menyusun power ranking paruh musim MPL ID S9 yang berdasar tidak hanya pada hasil pertandingan yang didapat tetapi juga pada performa tim-tim peserta di setiap pekannya. Kami mengajak kalian untuk menyimak daftar ini hingga tuntas.



Power Ranking paruh musim MPL ID S9

MPL ID S9, MPL ID Season 9 resmi offline
Kredit: MPL

Berikut Power Ranking MPL ID Season 9 hingga paruh pertama kompetisi versi Om Wawa:

  1. ONIC Esports
  2. AURA Fire
  3. EVOS Legends
  4. RRQ Hoshi
  5. Alter Ego
  6. Rebellion Zion
  7. Bigetron Alpha
  8. Geek Fam ID

8 – GEEKFAM ID

Kredit: Moonton

Ini adalah season yang cukup berat untuk Geek Fam. Di season kemarin, mereka masih berhasil untuk mendapat poin game atau bahkan poin kemenangan. Namun, di season kali ini, dengan mengganti roster, tampaknya belum ada titik terang.

Berbagai cara sudah diupayakan, seperti menaikkan Rupture dari MDL, memindahkan posisi RenV dari roamer ke jungler ke exp lane. Masuknya pemain baru seperti Julian juga masih belum membuahkan hasil.

Sepertinya kita masih harus menunggu gebrakan yang akan dilakukan oleh GFID di paruh kedua MPL ID S9. Kalau mereka tetap tidak mendapatkan game win/match win, bisa dipastikan musim sekarang mereka gagal lolos ke babak playoff.

Player to watch: RenV


7- BIGETRON ALPHA

Mobile Legends, KYY, Matt_Bigetron Alpha, MPL ID S9
Kredit: MPL ID

Performa yang tidak kunjung membaik pasca ditinggalkan oleh Branz. Masuknya Maxx memang menambah daya gedor di early game, tapi tim-tim rival di MPL juga punya segudang cara untuk mengunci agar Maxxx tidak terlalu cepat jadi.

Itulah yang sedang di alami oleh BTR sekarang. Mereka seakan-akan dipaksakan untuk kembali bermain dengan gaya lama, sayangnya tim ini tidak punya kemampuan itu lagi. Kombo Kadita dan Johnson sempat mengagetkan kita di minggu pembukaan MPL, dan sempat menjadi trademark untuk BTR. Tapi dengan adanya drafting phase, otomatis Johnson dan Cecilion BTR selalu terlihat di ban.

Sepertinya BTR harus memiliki pocket strats yang lain untuk bisa naik ke atas, karena dengan strat standard, tim lain sudah sangat siap. Mungkin dengan dimainkannya bottle sebagai jungler (?).

Player to watch: Matt


6 – REBELLION ZION

Kredit: Moonton

Mencuri perhatian kita dengan kembalinya JiiSaa di minggu kedua dan langsung membawa tren positif untuk RBL.

Banyak momen pencurian, split, atau bahkan dive in JiiSaa mengundang decak kagum. Tapi memang, dengan anggota yang masih baru di MPL mereka butuh jam terbang. Terkadang ada miskom yang terjadi yang membuat mereka harus membuang kemenangan di depan mata.

Perjalanan masih panjang, dan kesempatan cukup terbuka, tapi RBL tidak boleh bernapas lega, dikarenakan BTR Alpha juga selalu memberikan perlawanan ketika berusaha naik dari jurang zona merah.

Andaikan JiiSaa tetap dengan best performnya dicover oleh Birul sebagai damager kedua, bisa jadi ini adalah musim RBL lolos ke babak playoff

Player to watch: Jisaa


5 – ALTER EGO

Mobile Legends, Nino, PAI, Alter Ego, MPL ID S9
Kredit: MPL ID

Belum dalam kondisi baik-baik, AE punya 2 jungler dengan permainan yang berbeda.

Ammy dengan fighter oriented dipadukan Rasy, Celiboy dengan assassin dipadukan Udil. Keduanya menawarkan permainan yang menarik. Cuma terkadang, meta yang sekarang lebih memprioritaskan untuk siapa yang berhasil mengendalikan mid dan berani untuk mencuri creeps lawan. Dan inilah yang sulit dari AE.

Mereka cukup bergantung dengan agresivitas Celiboy/Ammy, sehingga semisal midlaner gagal untuk menahan serangan lawan, AE susah untuk membawa permainan ke late game. Tapi, ketika masuk late game, mereka punya Nino dan juga Pai. Ini adalah dua lini kuat bagi AE.

Let see sekuat apa di 2nd half untuk AE, karena 1st half ini tidak seindah season sebelumnya bagi AE.

Player to watch: Nino


4 – RRQ HOSHI

RRQ Alberttt, Ling Alberttt
Sumber: Moonton

Sang Raja adalah tim yang sarat dengan permainan mekanik. Setiap lini mereka diisi oleh pemain-pemain yang sarat akan pengalaman.

Mereka juga punya starting lineup yang baru, yaitu ada Yummy, Aether, dan Violance. Ketiga pemain ini melakukan debut mereka sewaktu berhadapan dengan ONIC Esport. Sayang sekali, mereka tumbang sehingga RRQ kembali berpaling untuk menggunakan pemain lama ditambahkan dengan Violance.

Komposisi ini berjalan dengan cukup sukses untuk RRQ, apalagi Violence mempertontonkan permainan roamer yang sangat agresif, terutama untuk hero Chou ataupun Ruby. Jadi RRQ tidak terlalu terpaku pada starting 5 minggu awal, akan ada amunisi baru untuk RRQ.

Belum lagi kita dikagetkan dengan dimainkannya sang megastar Lemon. Tinggal menunggu waktu lagi, kapan kira-kira Lemon akan diturunkan dan apakah akan berdampak kemenangan bagi RRQ. Sekarang tinggal bagaimana dari RRQ mematangkan strategi yang mereka terapkan.

Kalau kita lihat, terkadang mereka melonggarkan serangan ketika sedang unggul dan membuka sedikit peluang untuk lawan melakukan comeback, seperti sewaktu match RRQ berhadapan dengan BTR. Nyaris mereka terkena comeback, tapi situasi masih bisa dikendalikan.

Player to watch: Alberttt


3 – EVOS LEGENDS

REKT vs Luminaire, prediksi roster EVOS Legends vs RRQ Hoshi
Sumber: Instagram

Tim biru yang sarat akan pemain berpengalaman.

Di season kali ini, mereka juga mengalami kondisi fluktuatif. Cr1t belum tampak bermain kembali seperti di minggu-minggu awal. Di minggu ketiga kita melihat masuknya Vaanstrong mengisi posisi goldlane, dan midlane dipercayakan kepada Clover. Namun pada akhirnya, EVOS kembali bergantung kepada Luminaire dan Rekt untuk mendapatkan poin kemenangan.

Ketika menggunakan pemain baru, EVOS terlihat masih cukup struggle, tapi pastinya bisa dimaklumi karena dibutuhkan chemistry yang kuat di dalam tim. Kita sebenarnya tinggal menunggu waktu dari sang Macan Putih untuk mengukuhkan starting lineup yang paten.

Dan, kalau mereka menggunakan lineup kemenangan (ada Luminaire – Rekt), posisi Evos Legends bisa melejit naik di regular season.

Player to watch: Luminaire


2 – AURA FIRE

Mobile Legends, Kabuki, Aura Tezet, Aura Fire_2
Kredit: ONE Esports

Tim yang dulunya disandingkan sebagai pasangan Geek Fam di papan bawah, sekarang melejit dengan performa memesona.

Ini adalah tim yang patut mendapatkan apresiasi lebih. Sempat dihajar netijen ketika terpuruk di Season 7, mereka berhasil bangkit dan membuktikan bahwa semua butuh proses. Meski bukan posisi puncak, tapi mereka sudah berhasil untuk mencuri hati semua orang.

Dengan High yang sangat unik bermain sebagai jungler, belum lagi Kabuki yang sangat panas dan bisa bermain sebagai jungler juga, memperlihatkan Aura punya kelas tersendiri. Di bawah pimpinan dari Facehugger, mereka menjadi solid five.

AURA adalah satu-satunya tim yang tidak mengganti apapun di sepanjang pagelaran regular season. Meski Jamet ada kemungkinan untuk diturunkan, tapi di sini, momentum sedang dipegang oleh Aura. Mungkin kita jadi penasaran, semisal Aura mendapatkan kekalahan yang cukup telak, apakah semangat mereka masih tetap membara? Tapi Om Wawa percaya, mereka sudah sangat sangat solid ingame dan outgame, dan itulah yang membuat mereka berada di posisi sekarang.

Yang pasti, beberapa strat mereka juga sudah dipegang oleh tim lawan. Semisal, hero pool Facehugger yang cukup kecil, atau dengan dimainkannya tank/fighter di midlane, berarti dengan menekan exp dan gold lane bisa membuat mereka agak tersendat masuk ke midgame. Sejauh ini, mekanik Fluffy dan Kabuki sangat luar biasa, dan sanggup menahan mirroring yang dilakukan oleh tim lawan, dan bahkan membuahkan keunggulan bagi Aura.

Player to watch: Kabuki


1 – ONIC ESPORTS

Mobile Legends, CW, Sanz, ONIC Esports
Kredit: MPL ID

Si Landak yang secara mengejutkan mengumumkan bahwa mereka membawa Vior untuk MPL S9.

Sejauh kita melihat, belum ada tanda tanda Vior akan dimainkan. Tetapi ada hal menarik pasti dari ONIC sendiri. Di awal musim, mereka menaruh Sanz di posisi midlane, dan Sir ft. lans sebagai jungler. Hal ini ternyata berjalan mulus bagi mereka, karena midlane Sanz sama seperti jungle-nya, dapat membuat permainan ONIC dinamis. Tapi ada perbedaan yaitu Sanz tidak akan bisa menarik timnya untuk menang kalau jungle-nya tidak terlalu optimal.

Naiknya Samoht ke MPL di minggu ketiga semakin menambah daya gedor ONIC Esport. Tidak hanya draft hero unik yang bisa dimainkan oleh Mars selaku coach, tapi juga role pemain tim yang dapat berpindah-pindah, membuat tim ini menjadi monster yang menakutkan.

Semua hero bisa dimainkan sama bagusnya oleh kelima pemain ini. Savage pertama juga diambil oleh CW dengan Miya. Menurut saya ONIC akan tetap konsisten di sepanang musim reguler dan bakal lebih sulit terbaca ketika bermain di playoff nanti.

Player to watch: Sanz


Tidak ketinggalan kami mengajak kalian untuk memainkan ONE Esports Fantasy dan raih kesempatan memenangkan Riot Points, Valorant Points, Diamond MLBB, dan banyak lainnya.

Siap bermain? Kunjungi portal Fantasy kami untuk mulai mengumpulkan poin!

BACA JUGA: Jadwal MPL ID Season 9, klasemen, format, hasil, dan cara menonton