Acil merupakan salah satu pelatih yang cukup mentereng di scene Mobile Legends Indonesia. Sejak MPL ID Season 4, ia sudah aktif melatih.
Mulai dari RRQ Hoshi, Genflix Aerowolf, sampai kembali lagi ke RRQ, petualangan Acil masih penuh tantangan. Bukan apa-apa, meski bernama besar, Acil belum sekalipun meraih gelar apapun.
Hanya runner-up season 4 dan M1 prestasi tertingginya. Pada akhirnya pencapaian merujuk pada piala dan sejauh ini masih nihil dari Acil.
Kembali bersama RRQ musim ini, Acil juga mengalami kendala. Timnya belum memuaskan, bahkan sang juara bertahan malah duduk di peringkat ketujuh dan sudah empat kali kalah dalam tiga pekan.
Salah satu tim yang mengalahkan RRQ adalah Aerowolf yang notabene mantan tim asuhan Acil. Para pemain Aero sangat berhasrat mengalahkan Acil untuk membuktikan mereka lebih baik sekarang.
Hal tersebut sudah dikatakan oleh Clay dan Bottle. Sampai Watt pun bicara tentang Acil. Menurutnya Acil adalah sosok yang terlalu emosional.
“Saya kan pernah dilatih oleh Acil. Menurut saya pribadi kurangnya Acil itu emosian. Kurangin emosinya,” jelas Watt kepada wartawan.

“Kalau pelatih sekarang emosinya masih bisa dikontrol. Dia juga bertanya kenapa kalau kami buat salah, tidak pakai emosi lah.”
“Buat saya pribadi Acil mau emosi seperti apa, saya tetap santai. Tapi tidak tahu anak-anak Aerowolf yang lain,” tutup Watt.
Gaya melatih militer memang menjadi ciri khas Acil sejak masa awalnya di RRQ. Tapi ia berkata kepada ONE Esports bahwa kini lebih fleksibel belajar dari pengalaman ketika melatih Aerowolf.
BACA JUGA: Krisis berlanjut, giliran Aerowolf bekuk RRQ Hoshi