Oura baru saja mengungkapkan pendapatnya soal MPL ID Season 8. Turnamen tertinggi Mobile Legends di Indonesia itu segera memasuki musim baru.
Banyak hal baru dan menarik yang hadir pada season 8. Mulai dari kehadiran tim baru pada Rebellion yang baru menjadi bagian Genflix, ditambah pemain-pemain yang siap memperlihatkan kekuatannya.
Oura sebagai salah satu legenda Mobile Legends pun tak sabar menanti turnamen ini. Sebagai mantan juara MPL ID Season 4 dan M1 World Championship, ia ternyata juga memantau kekuatan tim-tim yang ada.
Oura sebut nama Wann dan Clay sebagai bintang yang akan bersinar
Dilansir dari Instagram MPL, Oura mengungkapkan dua nama pemain yang diyakini akan bersinar pada season 8 nanti. Sosok bernama asli Eko Julianto itu meyakini eks rekannya, Wann dari EVOS Legends, dan midlaner baru RRQ Hoshi, Clay, bakal jadi pemain yang paling disorot.
“Menurut saya sih Wann, jika dia mainnya nanti sangat fokus. Tapi jika boleh memilih 2 pemain, mungkin Wann dan Clay sih. Wann baru comeback, sementara Clay pindah ke RRQ setelah performa yang luar biasa,” ungkapnya.
Apa yang disebutkan Oura bukan tanpa dasar. Wann dan Clay memang sedang dalam masa yang sangat positif saat ini.
Wann comeback dan langsung beri gelar juara buat EVOS
Wann sempat rehat di MPL ID Season 7 yang mana EVOS Legends berhasil juara. Awalnya banyak yang meragukan di mana Wann akan tampil karena Ferxiic sebagai jungler sedang on fire.

Faktanya tidak. Wann datang mengisi posisi Luminaire sebagai midlaner dan tanpa diduga performanya melejit. Ia bersinar di NMA Season 3 yang mana EVOS Legends menjadi juara.
Wann membuktikan dia piawai bermain di midlaner, entah dengan hero-hero mage maupun assassin. Combonya dengan Ferxiic ternyata sangat luar biasa.
Diketahui sangat dekat dengan juniornya di luar game, apalagi mereka sekamar di GH, duet baru ini bisa jadi sangat mengerikan di MPL.
- Navillera, gadis Belitung yang mimpi tampil di MPL bersama para pria
- Roster lengkap tim peserta MPL ID Season 8
Clay kaya pengalaman dan siap naikkan level RRQ Hoshi
Kondisi Clay dan Wann berbeda drastis. Jika Wann bangkit dari keterpurukan, Clay terus berada dalam progres menanjak sepanjang kariernya. Bergabungnya dia dengan RRQ Hoshi bisa dianggap sebagai momentum terbaik dalam karier eks player Saints Indo itu.

Clay memang dikenal sebagai midlaner yang sangat tajam. Luminaire sempat memujinya sebagai midlaner yang paling tahu peran ketimbang pemain lain di MPL selain dirinya sendiri.
Menengok Clay belum pernah juara MPL, hasratnya untuk membuktikan diri diyakini berkali lipat lebih besar. Didukung pemain-pemain tier-S di RRQ, potensi itu sangat bisa terjadi.
BACA JUGA: MPL Ladies jadi kunci perkembangan scene Mobile Legends wanita