Start Orange Esports di MPL MY Season 7 mungkin tak terlalu baik. Tapi perlahan tapi pasti mereka memperlihatkan kualitas sebagai tim unggulan di Malaysia.

Memiliki komposisi yang sangat baru ketimbang kala menjadi juara tiga MPL MY/SG Season 6, Orange cukup kesulitan di awal musim. Hanya Kuja dan Aim pemain yang tersisa di musim lalu. Sementara Neo, Mom, dan Mali terbilang anyar.

Meski kualitas tiga pemain baru tersebut terbilang menawan. Tapi, menyatukan gameplay tak semudah membalikkan telapak tangan. Baru pada pekan keempat kesinambungan Orange muncul.

Mereka berhasil meraih enam kemenangan beruntun menghadapi Homebois, Todak, Reborn Esports, RSG MY, Team Bosskurr, sampai Red Esports bertekuk lutut di tangan Orange.



Rentetan kemenangan ini membawa Orange naik ke peringkat kedua grup A dan hanya tertinggal dari Todak.

Lalu apa yang membuat Orange tiba-tiba tancap gas? Perubahan role Mom menjadi jungler menjadi salah satunya. Pemain yang sebelumnya diplot sebagai sidelaner itu berhasil lebih maksimal di role jungler.

https://www.youtube.com/watch?v=IIfQLyi8y-M&t=3082s

META support yang sekarang sedang populer juga menjadi keuntungan. Pasalnya Mali begitu piawai memainkan hero macam Rafaela, Angela, Dll. Kuja yang juga fleksibel memberikan energi lebih bagi tim.

Selain itu, gaya bermain Orange yang begitu fokus dengan objektif menjadi kelebihan juga. Orange menyisakan dua laga lagi di regular season. Pekan depan, mereka akan ditantang dua tim kuat Geek Fam MY dan Suhaz EVOS. Mampukah Mali Dkk mempertahankan performa apiknya itu? Kita nantikan bersama.

BACA JUGA: 5 pemain anyar yang tampil mencolok di MPL MY Season 7