ONIC PH berhasil meraih kemenangan krusial di M3 World Championship. Menghadapi RRQ Hoshi di semifinal upper bracket, Baloyskie Cs berhasil menang telak.
Siapa sangka pada laga yang dihelat Rabu (15/12), RRQ Hoshi gagal memberikan perlawanan. ONIC PH tampil membabi buta dan menang telak 3-0 pada seri BO5.
RRQ Hoshi yang notabene superior sepanjang M3 World Championship, dibuat kelimpungan dengan gameplay ONIC PH yang begitu rapi dan agresif.
Tim asal Filipina ini memperlihatkan sinergi permainan yang memukau. Makro tingkat tinggi diperlihatkan dan disusul mekanik para pemainnya yang juga besar, RRQ Hoshi pun harus menelan kekalahan.

Setelah pertandingan, kapten tim Baloyskie, mengungkapkan kepada ONE Esports di sesi konferensi pers bahwa timnya sudah sangat siap menghadapi RRQ Hoshi.
“Kami berlatih lebih keras dan tidak lagi membuat kesalahan malam ini. Kami selalu belajar terkait apa yang kurang dari tim ini,” katanya.
Selebrasi tunjuk jam ONIC PH, apa maksudnya?
Ada hal menarik yang terjadi sesaat pasca kemenangan ONIC PH. Beberapa pemain terlihat sangat semangat berselebrasi. Bahkan Hatred, Baloyskie dan beberapa lainnya membuat selebrasi menunjuk jam di pergelangan tangan.

Penasaran dengan maksud itu, kami pun menanyakannya saat preskon.
“Karena kami sangat hype mengalahkan tim Indonesia dan melakukan selebrasi tersebut. Kami sendiri tidak sadar maksud dari apa yang kami selebrasikan karena terlalu hype,” ungkapnya.
Faktanya selebrasi tersebut adalah penunjuk semboyan ONIC PH: “What Time is It?” “It’s Onic Time”.
- Hero Counter Natan terbaik menurut REKT, sekali combo HILANG!
- Blacklist OHEB jadi ‘pembunuh’ paling mengerikan di M3 selain Alberttt
Kairi menganggap Ling-nya belum maksimal
Salah satu sorotan di laga tersebut adalah ketika Kairi memainkan hero signaturenya, Ling. Sang pemain memang dikenal sebagai salah satu player Ling terlicin di dunia, dan kerap disandingkan dengan Alberttt.
Pada game kedua saat memainkan Ling, Kairi memperlihatkan mekanik tingkat tinggi. Cara dia lepas dari sergapan pemain RRQ ketika war patut diacungi jempol.

Namun, pemain berambut pirang itu ternyata menganggap dia belum maksimal saat bermain Ling.
“Saya pikir pada game tadi Ling saya masih belum maksimal. Alberttt juga pemain Ling yang hebat,” pungkasnya.
BACA JUGA: ONIC PH tampil gemilang, RRQ Hoshi vs Blacklist International di lower bracket