Navi lolos ke M3 World Championship sebagai juara Mobile Legends Mythic League CIS. Ini merupakan kedua kalinya EXP laner Andriy “Defender” Martynenko akan menghadiri turnamen Mobile Legends: Bang Bang terbesar di dunia.

Karena kancah MLBB di kawasan CIS masih berkembang, Navi baru bisa memulai scrimming ketika mereka tiba di Singapura.

Meskipun tidak ada Mobile Legends Pro League (MPL) di wilayah mereka, skuad CIS mampu memberikan kejutan ketika mereka menyingkirkan Malvinas Gaming dan RSG SG di lower bracket playoff sampai akhirnya mereka disingkirkan oleh Todak 2-3.

Navi's team lineup at the M3 World Championship comprising Nagib, Defender, Lil, SunsetLover, Sawo
Kredit: Moonton

Eksklusif kepada ONE Esports, Navi Defender mengutarakan pendapatnya tentang mengapa tim di luar MPL tampil mengejutkan tahun ini, dan pengalamannya melawan tim Mobile Legends terbaik Asia Tenggara selama M3 World Championship.



Navi’s Defender mengungkapkan pengalaman scrim selama M3 World Championship

Scene esports Mobile Legends di CIS sangat berbeda dengan Asia Tenggara. Menurut Defender, mereka tidak memiliki kesempatan melakukan scrim karena para pemainnya lebih fokus pada permainan rank individu daripada latihan tim.

Karena itu, penting bagi Navi untuk melakukan scrim segera setelah mereka tiba di Singapura untuk persiapan M3.

“Jika melakukan scrim di sini, kalian bisa bermain melawan RRQ Hoshi, tim hebat yang mengerahkan semua kemampuannya dalam scrim,” kata Defender.

Mobile Legends: Bang Bang MPL ID S8, RRQ Hoshi
Kredit: MPL ID

Defender mengaku terkejut dengan penampilan RRQ Hoshi yang kurang memuaskan di turnamen, karena dia menilai RRQ adalah salah satu tim terbaik yang pernah bermain bersama Navi. Ia juga mengatakan bahwa RRQ Hoshi dan ONIC Esports adalah tim yang sangat baik dalam hal personal skill, namun penampilan mereka di atas panggung M3 World Championship tidak mencerminkan hal itu.

“R7 adalah salah satu offlaner terbaik di dunia,” katanya. “Saya juga sempat scrim melawan Antimage dan Butsss, dan mereka sangat tangguh.”

Defender sangat terkesan dengan R7 karena dia merasa penggawa RRQ Hoshi itu hampir tidak mungkin dikalahkan. Saat menjalani pertarungan Uranus versus Esmeralda di scrim, Defender mengingat betapa agresifnya R7, itu kontras dengan cara dia bermain melawan Dlarskie di M3 World Championship.

“Dia seharusnya percaya diri,” tambah Defender.

Dan kepercayaan diri adalah apa yang diyakini Defender membedakan BTK dari tim lainnya, juga mengapa ada banyak hasil mengecewakan di tahun ini.

Mobile Legends: Bang Bang M3 World Championship participating team, Navi
Kredit: Mobile Legends Esports

“BTK sangat percaya diri,” Defender menjelaskan. “Sebaliknya, tim-tim Asia yang memainkan banyak turnamen justru mereka merasa tertekan dan gugup.”

Untuk Navi, dia juga percaya bahwa mereka bisa melangkah lebih jauh di turnamen karena mereka sangat senang bermain Mobile Legends. Dia merasa bahwa Navi telah mengerahkan semua kemampuannya di setiap pertandingan untuk menang, dan motivasi utama mereka bukanlah uang atau ketenaran, melainkan untuk mewujudkan impian mereka sebagai pro player esport.

“Di CIS, kami tidak disuguhkan hadiah turnamen yang besar. Kami tidak memiliki banyak turnamen, kami tidak memiliki banyak pemain,” jelas Defender. “Semua pemain hanya bermain karena hasrat mereka, itu saja. Namun saya pikir itu justru menghasilkan tim yang sangat kuat.”

Ikuti ONE Esports di Facebook untuk berita, panduan, dan highlight Mobile Legends: Bang Bang lainnya.

BACA JUGA: 5 permainan terbaik di sepanjang M3 World Championship