Gelaran Mobile Legends Professional League Indonesia alias MPL ID Season 8 akan segera digelar oleh Moonton akhir pekan ini, Jumat (13/8/2021). Sama setelah kompetisi ini berubah menjadi franchise league pada Season 4, jumlah peserta yang akan bertanding pun masih tetap delapan tim, meski ada nama Rebellion Genflix sebagai peserta baru.
Beberapa waktu lalu, sempat muncul isu yang menyebutkan bahwa beberapa nama tim akan menjadi peserta baru MPL ID Season 8. Sebut saja beberapa di antaranya seperti Geng Kapak (GPX), Dewa United Esports, Red Bull Rebellion, dan Siren Esports.
Namun faktanya, hanya Red Bull Rebellion yang berhasil menjadi tim baru di MPL ID Season 8 dengan nama Rebellion Genflix. Slot tersebut juga berhasil mereka dapatkan dengan menggantikan posisi Aerowolf Pro Team sebagai partner Genflix.
Hal ini tentu sangat disayangkan oleh penggemar scene kompetitif Mobile Legends di Indonesia yang mengharapkan MPL ID Season 8 bisa diikuti oleh banyak tim. Hal ini akan semakin menambah seru dan meningkatkan level kompetitif dari sebelumnya.
Rebellion Genflix adalah prioritas utama Moonton

Melalui jumpa pers MPL ID Season 8 yang digelar Moonton secara daring pada Rabu (11/8/2021), mereka mengungkapkan apa yang menjadi dasar atau alasan bagi Moonton untuk memilih Rebellion Genflix sebagai peserta baru mereka.
Pihak Moonton mengatakan bahwa saat ini situasi yang dialami Aerowolf Pro Team dan Genflix bersama Red Bull Rebellion menjadi prioritas utama jelang kompetisi bergulir.
“Pada dasarnya, proses ini cukup panjang. Namun kami fokus kepada apa yang ada di depan mata terlebih dahulu,” ucap Martinus Manurung, Head of Marketing & Business Development Esports dari Moonton Indonesia kepada ONE Esports.
“Kami mendapatkan permintaan dari pemilik slot sebelumnya (Genflix Aerowolf) untuk melakukan sebuah rebranding. Jadi itulah yang kami jadikan prioritas utama agar mereka bisa tetap bertanding di MPL ID Season 8,” tuturnya.

Mengapa sulit bagi Moonton menambah tim di MPL ID?

Faktanya, memang tidak pernah mudah bagi sebuah tim baru untuk bisa masuk ke dalam sebuah franchise league yang telah berjalan. Hal ini tak hanya berlaku di MPL ID, tetapi juga di semua kompetisi esports besar lainnya yang ada di dunia, seperti Overwatch League, League of Legends Championship Series (LCS), hingga Call of Duty League di Amerika Utara.
Pasalnya, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan, terutama soal keberlangsungan kompetisi dan investasi besar yang telah dikeluarkan oleh tim-tim yang kini telah tampil di dalamnya.
Belum lagi, dana yang dibutuhkan oleh tim baru juga tidak sedikit. Contohnya, baru-baru ini kita mendengar kabar mengenai penjualan slot di League of Legends European Championship (LEC) yang dilakukan oleh Schalke 04 Esports kepada Team BDS senilai 26,5 juta euro atau lebih dari 446 miliar!
Dengan investasi entry slot senilai US$1 juta atau sekitar Rp15 miliar yang dikeluarkan oleh tim-tim yang berlaga di MPL ID sejak Season 4, mungkin nilainya tidak akan sama seperti di LEC. Namun dengan pamor dan popularitas kompetisi yang terus meningkat, peningkatan harga untuk masuk ke dalamnya tentu akan terjadi.
Tak hanya soal investasi dalam bentuk uang yang harus dikeluarkan, setiap tim yang ingin menjadi bagian dari MPL ID juga menjadi pertimbangan utama. Jadi tidak hanya karena memiliki uang, lantas setiap tim bisa masuk begitu saja.
“Soal jumlah tim, tentu kami juga ingin melakukan suatu penambahan. Namun dari pihak kami, proses evaluasi dan mengetahui seperti apa tim-tim yang akan ikut bergabung itu cukup panjang,” kata Martinus.
“Masalahnya ini (MPL ID) adalah komitmen jangka panjang. Permanent slot. Jadi sekali sudah masuk akan terus berada di MPL. Jadi semua membutuhkan banyak waktu.”
“Demi kenyamanan dan keamanan semuanya, tentu kami ingin mendapatkan investor (tim baru) terbaik. Nanti kami akan memberikan update jika di Season 9 akan membuka pintu ini. Kami juga ingin menambahkan warna untuk MPL di Indonesia,” tuturnya.
Jadi dengan segala hal dan pertimbangan yang dimiliki oleh Moonton dalam menambah jumlah tim untuk MPL ID, kita masih harus bersabar untuk menantikan kompetisi ini diikuti oleh lebih banyak peserta lagi. Di sisi lain, kita juga tentu tidak ingin nantinya melihat ada tim yang tidak memiliki komitmen di dalam liga ini yang akan merusak integritas kompetisi.
BACA JUGA: Kisah karier Mobile Legends Bren L3bron: Dari sales hingga ikon Filipina