Sejak beberapa waktu lalu dan masih terus berlangsung hingga saat ini, komunitas esports Indonesia sempat digegerkan dengan kabar mengenai Moonton yang melarang semua tim yang tampil di MPL ID untuk berkompetisi di titel esports lainnya. Kini developer dan publisher Mobile Legends tersebut mulai buka suara mengenai hal ini.

Melalui jumpa pers MPL ID Season 8 yang digelar secara online pada Rabu (11/8/2021), Head of Marketing dan Business Development Manager Moonton Indonesia, Martinus Manurung, mencoba untuk menjelaskan perihal masalah ini. Secara garis besar, pihak Moonton membantah mengenai kabar tersebut untuk melarang pemain dan tim berkompetisi di esports lain.

“Kabar ini memang cukup banyak berbedar, maka untuk itu kami ingin mengklarifikasi bahwa kami tidak melarang setiap pemain untuk memainkan game apapun. Pada dasarnya ini adalah sesuatu yang terbuka,” ucap Martinus kepada awak media.

Mobile Legends, Moonton, MPL ID Season 8

Di sisi lain, Martinus mengakui bahwa ada beberapa pihak, baik dari pemain maupun tim, yang membuat mereka memang harus berkomitmen penuh dengan Moonton atas kerja sama yang hingga saat ini masih berlangsung bersama mereka.

Salah satunya adalah pembuatan Battle Emote yang menghadirkan logo dari masing-masing tim peserta MPL ID dan sudah dirilis sejak Season 6 lalu. Selain itu, ada juga beberapa pemain seperti Lemon dan Udil yang sempat memiliki emotikon mereka sendiri di dalam game. Namun tidak dijelaskan apakah durasi kerja sama kedua pemain tersebut masih berlangsung hingga saat ini atau tidak.

Mobile Legends, Battle Emote, Moonton, MPL ID
Kredit: Facebook/Mobile Legends: Bang Bang

“Ada satu hal yang perlu kami jelaskan bahwa kami memiliki beberapa effort dalam memberikan fasilitas kepada tim-tim kami (di MPL ID), contohnya seperti kerja sama dengan IP game kami dalam pembuatan Battle Emote,” ujar Martinus.

“Mungkin dari sini ada berbagai persyaratan, di mana bagi setiap tim yang mengikuti MPL agar mendapatkan benefit dari kerja sama ini, memang membuat mereka harus berkomitmen dengan game yang sedang mereka mainkan,” tuturnya.



Moonton tak mungkin bisa mengendalikan semua tim MPL

Moonton, Mobile Legends, MPL ID Season 8
Kredit: Moonton

Dengan adanya kerja sama yang melibatkan Moonton dan tim atau pemain di MPL, maka wajib hukumnya bagi semua pihak untuk menghormati isi dari kontrak kesepakatan yang ada. Jika hal ini membuat mereka tidak bisa leluasa melakukan hal lain, pada dasarnya itu adalah sesuatu yang telah mereka sepakati sebelumnya.

Jika tidak ada kesepakatan sebelumnya, maka tidak mungkin bagi Moonton untuk bisa membatasi atau bahkan melarang pihak yang tengah menjalin kerja sama dengan mereka. Apalagi jika memang tidak melanggar setiap butir dari klausul kesepakatan yang ada.

“Pada dasarnya tidak ada suatu paksaan atau larangan. Kami pun tidak mungkin bisa mengendalikan suatu tim, karena di level tim itu mereka memiliki visi untuk bermain di berbagai titel game esports,” ujar Martinus.

“Semua itu merupakan hak mereka dan kami tidak akan bisa melarang,” tuturnya.

Terlepas dari segala isu yang berkembang, segala hal yang terjadi pada saat ini adalah buah dari segala kesepakatan yang telah terjalin sebelumnya. Di sisi lain, kesepakatan ini juga bisa terjalin karena setiap pihak sama-sama mendapatkan keuntungan darinya.

BACA JUGA: MPL ID Season 8: Era baru siap guncangkan scene esports Indonesia