META physical midlaner menjadi salah satu buah bibir di MPL ID Season 8. Sudah dua pekan dilewati, opsi untuk hero-hero midlaner pun kini berubah.
Apdet patch di Mobile Legends memang memengaruhi banyak hal. Tapi sekarang, gameplay dan taktik terutama untuk para pemain profesional kian fleksibel.
Kita tak lagi bisa mem-plot satu hero cuma bisa main di lane tertentu, karena sekarang semua kemungkinan terbuka, tentu menilik dari komposisi di tim sendiri.
midlaner/support identik dengan mage
Normalnya, hero-hero midlane atau dulunya biasa disebut support sangat identik dengan mage. Hampir semua mage bisa digunakan di role ini. Kebutuhannya pun berbeda, ada yang spesialis CC, atau mengumpulkan damage besar di late game.

Tapi sekarang, pemakaian hero semakin fleksibel, bahkan META physical midlaner diyakini sedang populer. Entah fighter, assassin, sampai marksman muncul di tengah.
Benedetta, Saber, Beatrix, sampai Chou tiba-tiba bertransformasi sebagai midlaner.
Hal ini biasanya diimbangi dengan keberadaan hero mage entah di sidelane, offlane, sampai jungler sekalipun.
- Tank baru EVOS Lynx, ini 4 pemain yang cocok gantikan Earl dan Funi
- Nino Alter Ego super spesial? Ini kata Ahmad
Drian tak kaget dengan META physical midlaner
Drian adalah salah satu midlaner terbaik di scene pro MLBB. Pengalaman dan kemampuannya tak perlu diragukan lagi.
Dia menjadi salah satu sosok yang terkenal dengan hero pool luas dan makro sempurna dalam ingame. Pada musim lalu, Drian adalah salah satu sosok yang berani memainkan Lapu-lapu midlane dan Beatrix.
Musim ini, tiba-tiba dia memakai Chou midlaner dengan emblem tank.
Saat diwawancarai ONE Esports pada sesi interview pasca pertandingan, Drian mengaku bahwa META physical midlaner hanya baru populer, tapi sudah diketahui sejak musim lalu.
“Sejak musim lalu saya sudah pakai Beatrix sampai Lapu-lapu midlane, memang bagus. Mungkin mereka baru sadar saja kalau hero (physical) seperti ini bagus di midlane,” katanya.
Drian pun berbicara soal Chou midlaner yang dipakainya. Menurutnya semua bisa berjalan baik asal rekan-rekannya punya mindset yang sama juga.
“Menurut saya Chout itu bisa lawan apapun. Tapi yang bikin momentum itu tergantung tim, bukan Chou-nya. Chou lawan apapun, lawan kiri kanannya apa, mid-nya apa, yang penting komunikasi tim saya yang benar. Baru bisa enak,” tutup dia.