RRQ Hoshi berhasil menutup paruh pertama musim reguler MPL ID Season 8 dengan kemenangan telak 2-0 atas Aura Fire, Sabtu (4/9/2021). Selain kemenangan, pertandingan ini juga diwarnai oleh keberhasilan RRQ Clay raih Savage bersama hero Lunox pada game pertama.
Pada pertandingan tersebut, Aura Fire dengan berani melepas beberapa hero power dari para player RRQ Hoshi, seperti Ling untuk Alberttt di dua game, dan Esmeralda untuk Xinnn di game kedua.
Namun, Aura Fire juga mendapatkan beberapa hero andalan mereka, seperti Pharsa, Kadita, dan Lancelot di game kedua, masing-masing untuk Facehugger, God1va, dan Variety.
Pertandingan pun berlangsung sengit, terutama di game kedua yang berlangsung hingga menit ke-21 alias late game. Namun, game pertama juga menyuguhkan pertarungan yang menarik, terutama ketika RRQ Clay raih Savage sebelum pertandingan berakhir di menit ke-14 dengan skor kill 30-10.

Keberhasilan RRQ Clay raih Savage ini sedikit banyak disebabkan oleh penempatan posisi Lunox-nya, di mana ia selalu melepaskan damage kepada lawan di belakang satu atau dua rekan setimnya, hingga semua hero Aura Fire berhasil ia jatuhkan.
Savage yang didapat RRQ Clay ini merupakan yang kedua di sepanjang MPL ID Season 8. Sementara Savage pertama didapat oleh Alberttt satu pekan sebelumnya kala RRQ Hoshi menumbangkan Rebellion Genflix dengan skor 2-0.
Dalam MPL Quickie pasca pertandingan, RRQ Clay mengaku bahwa dirinya sangat beruntung bisa mendapatkan Savage tersebut, plus menjadi kado untuk pelatih dan rekan satu timnya.
“Saya hoki saja tadi dapat Savage. Itu sebenarnya buat kado ulang tahun Vynnn dan Acil. Soalnya kemarin mereka berulang tahun,” ucap RRQ Clay.
- Jadwal MPL ID Season 8 hari ini: Alter Ego lanjutkan rekor tak terkalahkan?
- 3 alasan Martis tank bakal jadi meta berikutnya
Alberttt sebut RRQ Clay raih Savage karena dikasih oleh tim

Di sisi lain, Alberttt yang menjadi perwakilan RRQ Hoshi dalam wawancara pasca-pertandingan, mengaku bahwa keberhasilan RRQ Clay raih Savage itu memang ada campur tangan rekan satu timnya yang sengaja memuluskan langkah sang pemain, meski sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya.
“Savage ini tidak direncanakan. Dia cuma hoki. Kami melihat saat dia mendapat double atau triple kill, rekan-rekan setim bilang ‘Savage’. Jadi ya kami kasih,” ucap Alberttt kepada ONE Esports.
Dengan kata lain, andaikan Lunox milik RRQ Clay saat itu tidak mendapatkan double kill terlebih dahulu, mungkin wacana soal Savage dari para pemain RRQ Hoshi ini tidak akan muncul.
Di sisi lain, Lunox milik RRQ Clay juga tentu tidak akan bisa mendapatkan Savage tersebut seorang diri, meski kita tahu bahwa hero mage ini memiliki damage per second (DPS) besar, apalagi setelah ia mendapatkan item-item seperti Clock of Destiny, Lightning Truncheon, dan Genius Wand.
Selain itu, pada pertandingan tersebut dominasi para pemain RRQ Hoshi juga sudah begitu besar. Hal ini begitu terlihat, di mana semua player RRQ Hoshi telah mencapai level 15, sementara dari tim Aura Fire, tidak satupun di antara mereka yang telah mendapat level tersebut, termasuk Variety sebagai core utama tim.
BACA JUGA: Branz akui Bigetron Alpha ingin bermain early game