EVOS Age, yang diangkat menjadi head coach pada pertengahan musim lalu, mungkin mengalami masa terberat di sepanjang kariernya.

Bagaimana tidak, EVOS Glory gagal lolos ke babak playoff, dan bahkan mereka harus puas mendapat posisi buncit di klasemen musim reguler.

Tim Macan Putih terdampar sebagai juru kunci dengan catatan buruk, 3-11. Sebuah hasil yang tidak terbayangkan, mengingat tim ini adalah runner-up di musim lalu.

Ini merupakan kali ketiga EVOS gagal menembus tahap lanjutan MPL ID, sebelumnya terjadi di musim ke-10 dan ke-12.

Masa depan Age di EVOS mulai diketahui, tak akan jadi pelatih?

Kritik Age untuk MPL ID

Kritik Age untuk MPL ID
Kredit: Instagram/evosesports

Di tengah carut-marut perjalanan EVOS pada musim ini, head coach mereka, Steven “Age” Gunawan, tak hanya mengevaluasi kinerja timnya.

Ia juga mencoba memberikan masukan kepada penyelenggara MPL ID, yang ia rasa akan membantu para tim peserta.

“Yang saya kurang setuju dengan MPL ID adalah, kenapa koreo menembak panah (saat menghentikan pause dalam pertandingan) dan proses masuk ke dalam in-game itu sangat lama?” Tegas Age dalam streaming-nya bersama Razeboy dan KB.

Age lanjut menjelaskan, “Masalahnya, di belakang panggung, kami juga harus melihat itu. Ketika kamera masuk ke dalam pertandingan, tim kami tiba-tiba rata. Ini membuat kami tidak bisa mengevaluasi apa yang terjadi.”

Kritik Age untuk MPL ID ini dirasa cukup masuk akal. Karena meski ada replay yang bisa dilihat, ini membutuhkan proses yang cukup lama. Di sisi lain, evaluasi pasca pertandingan harus dilakukan secepat mungkin agar segala detail dalam pertandingan masih diingat jelas oleh para pemain.

Bagaimana dengan kalian? Setuju dengan kritik Age untuk MPL ID ini?

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Rencana Age untuk EVOS Glory MPL ID S15