Mars angkat bicara tentang berakhirnya kolaborasi Fnatic ONIC.
Kabar mengenai berakhirnya kolaborasi Fnatic ONIC mengejutkan banyak penggemar di awal tahun 2025 beberapa hari yang lalu.
Dua tim esports ternama, Fnatic dan ONIC Esports resmi mengakhiri kolaborasi yang mereka jalin tengah tahun 2024 lalu jelang Esports World Cup (EWC). Tentunya, kolaborasi ini berakhir atas karena perjanjian atau kesepakatan kedua tim.

Head of MLBB Division ONIC Esports, Ahmad Marsam “Mars” Fakhre, eksklusif kepada ONE Esports pun angkat bicara mengenai hal tersebut.
Apa yang membuat kolaborasi Fnatic ONIC berakhir? Benarkah semua karena aturan baru Esports World Cup (EWC)? Seperti apa ONIC ke depannya?
Mars angkat bicara mengenai berakhirnya kolaborasi Fnatic ONIC

Eksklusif kepada ONE Esports, Mars angkat bicara mengenai berakhirnya kolaborasi Fnatic ONIC, pada Selasa (7/1).
Pertama, Mars menyatakan bahwa memang aturan baru Esports World Cup (EWC) menjadi faktor utama berakhirnya kolaborasi kedua tim.
“Sebenarnya kami sama Fnatic benar-benar berkolaborasi dan menjadi partner untuk menghadapi EWC tahun lalu. Untuk tahun ini kenapa tidak (berkolaborasi)? Murni karena (penerapan) rules baru (EWC) itu,” ucap Mars kepada ONE Esports.
Mars menambahkan, bahwa berakhirnya kolaborasi Fnatic ONIC karena pihak manajemen memang ingin mempertahankan status tim. Jika harus berkolaborasi, maka ONIC harus diakuisisi ke dalam Fnatic sama seperti AURA diakuisisi oleh Team Liquid.

“Karena dari kami, memang masih ingin ada (nama) ONIC ke depannya. Kalau misalnya kami mau berkolaborasi kembali dengan Fnatic salah satunya harus hilang namanya. Kami tidak mau akan hal itu, jadi sebagian besar karena itu,” jelasnya.
Sebagai Head of MLBB Division ONIC Esports, Mars menegaskan bahwa tidak ada dampak negatif dari berakhirnya kolaborasi bersama Fnatic.
Menurut Mars, pengaruh kolaborasi ini lebih ke arah manajemen secara bukan ke arah pemain atau tim secara langsung.
“Kalau dampak negatif bisa dibilang tidak ada, tidak seberpengaruh itu. Untuk nama Fnatic atau kolaborasi ini lebih berpengaruh ke sisi manajemen bukan ke arah sisi pemain atau tim,” tuturnya.

“Jadi benar-benar kolaborasi untuk berbagi pengalaman, sharing cara menghandle, mengelola tim esports bukan ke arah strategi (tim) atau bagaimana, itu urusan pemain dan pelatih kami,” ujar Mars menambahkan.
Terakhir, Mars menegaskan bahwa meski kolaborasi Fnatic ONIC berakhir namun hubungan dari kedua tim tetap terjalin baik.
Mars mengakui bahwa pengaruh dari kolaborasi kedua tim sangat positif, dan bermanfaat untuk ONIC Esports ke depannya. Bahkan, sampai saat interview ini terjadi, hubungan kedua tim masih sangat baik.
“Jadi berpengaruh atau tidak sebenarnya biasa saja. Walau kolaborasi, partnership ini berakhir kami tetap mendapat sisi positif pengalaman ini bersama mereka, dan akan kami pakai untuk ke depannya,” papar Mars.

“Sampai saat ini, kami masih saling berbagi jadi tidak masalah,” pungkasnya.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA : Jadwal ESL Snapdragon Season 6, format, hasil dan cara menonton