Meski bermain sebagai roamer di scene kompetitif bersama ONIC Esports, Kiboy merupakan salah satu player dengan mekanik tertinggi di timnas MLBB Indonesia. Perlu bukti?

Saat ini, timnas MLBB Indonesia masih dalam tapah persiapan akhir sebelum mereka berangkat ke Hanoi, Vietnam, untuk tampil di SEA Games 2021. Di sela-sela latihan, para pemain tetap bersinggungan dengan Mobile Legends.

Di waktu senggang mereka, R7 menginisiasi membuat konten by one untuk channel Youtube-nya. Player yang sejauh ini ia ajak adalah Kiboy dan Sanz.

Setelah melakukan hompimpa, R7 berkesempatan untuk menjajal mekanik dari Kiboy. Hasilnya, Kibooy berhasil meraih dua kemenangan dalam permainan tersebut.


Kiboy menang adu mekanik atas R7 gunakan Chou dan Jawhead

RRQ R7
Kredit: MPL ID

Di permainan pertama, mereka berdua pun sepakat untuk memainkan Chou, di mana keduanya memang dikenal sebagai player yang andal bersama hero Fighter ini.

Dengan penuh kehati-hatian sejak awal pertarungan, Kiboy pun berhasil memenangi permainan. Flicker yang kurang on point dari R7 berhasil dimanfaatkan untuk melakukan serangan balik menggunakan Flicker-nya demi meraih kemenangan, dengan selisih HP yang sangat tipis.

Sementara di permainan kedua, R7 dan Kiboy memilih memainkan Jawhead. Lagi-lagi pertarungan kedua player hebat ini berlangsung sengit, sebelum kombinasi Flicker dan Ejector ke arah turret sendiri, plus Smart Missiles dan Unstoppable Force dari Kiboy sukses menjatuhkan Jawhead milik R7.



Setelah R7, giliran Sanz yang jadi korban Kiboy

Mobile Legends, ONIC Sanz, ONIC Esports, Playoff MPL ID Season 8
Kredit: Redzi Arya/ONE Esports

Usai dua kali mengalahkan R7, kini giliran Sanz yang menjajal mekanik Kiboy, di mana pada game pertama pun keduanya memainkan Chou.

Berbeda saat menghadapi R7, permainan melawan Sanz ini berlangsung lebih lama karena keduanya jauh lebih berhati-hati. Jika sebelumnya hanya membutuhkan waktu dua menit menghadapi R7, kali ini player asal Manado tersebut membutuhkan waktu 12 menit untuk menjatuhkan Chou milik Sanz.

Sementara di permainan kedua, mereka sepakat memainkan Selena. Kali ini peermainan berlangsung cepat, menyusul kesalahan Sanz yang menyentuh Abyssal Trap musuh dalam keadaan sekarat yang menyudahi permainan pada menit kedua.

Dengan dua kemenangan ini, telah membuktikan bahwa ia memiliki mekanik tertinggi di timnas MLBB Indonesia. Meski belum terpantau mampu mengalahkan semua pemain yang ada, setidaknya sejauh ini roamer ONIC Esports tersebut masih layak memegang titel ini.

BACA JUGA: Jadwal SEA Games 2021 MLBB, hasil, klasemen, dan cara menonton