Bren Esports akhirnya mematahkan kutukan play-off mereka dengan tampil luar biasa di MPL PH S6. Berkat bantuan pelatih Francis “Duckey” Glindro, tim mendominasi musim reguler dan menjadi yang terbaik di babak play-off.
Dalam wawancara pasca turnamen, ONE Esports bertanya kepada superstar Bren Karl Gabriel “KarlTzy” Nepomuceno seperti apa Musim 6 ini baginya.
Selain menjadi ajang persaingan tertinggi bagi seluruh tim MLBB Filipina, turnmaen ini juga memberi kesempatan kepada KarlTzy untuk mengalahkan mantan tim-nya, Omega Esports. Jika penggemar dan analis menganggapnya sebagai pertandingan balas dendam bagi pemain, KarlTzy justru melihat Omega hanya sebagai lawan untuk dikalahkan.
KarlTzy telah tampil luar biasa, tetapi dia tetap rendah hati dan merasa bahwa Musim 6 adalah pengalaman penting agar dirinya terus berkembang. Dengan bantuan pelatih Duckey, sang hypercarry ini tidak lagi melakukan pertandingan yang tidak ada artinya dan memilih untuk berlatih lebih cerdas untuk hasil yang lebih baik.
Meskipun dianggap sebagai pemain carry terbaik MPL PH, dia tetap rendah hati dengan mengatakan jika masih banyak yang harus dicapai.
“Saya merasa senang bahwa orang-orang sangat menghargai saya dan namun saya tahu saya masih bisa berkembang,” kata KarlTzy. “Saya belum menjadi yang terbaik. Mungkin saat saya memenangkan World Championship dan MSC, maka saya bisa mengatakan bahwa saya adalah carry terbaik.”
Meski KarlTzy tampil sebagai MVP musim reguler MPL PH S6, banyak pemain Filipina top lainnya seperti Omega Hadjizy dan NXP H2wo yang tidak tertinggal jauh darinya. Namun bintang Bren itu percaya bahwa satu-satunya pesaing sebenarnya adalah dirinya sendiri.
“Saya tidak berpikir saya tertantang oleh mereka karena saya melakukan semua hal dengan saya cara sendiri,” kata KarlTzy. “Pelatih Duckey mengajari saya untuk tidak menuntut diri sendiri menjadi yang terbaik. Saya melakukannya dengan cara saya sendiri, dengan rekan satu tim, dan saya selalu berusaha melampaui diri saya sendiri. Itulah mengapa saya bisa tumbuh dan berkembang dengan kecepatan saya sendiri.”
Sebagai pemain carry, KarlTzy dikenal mahir menggunakan Ling dan Lancelot. Ketika diminta untuk berbagi beberapa tip menggunakan hero ini, dia berkata bahwa memainkan hero haruslah dengan perspektif penuh. Kalian harus memikirkan skenario di mana kalian mati dan membunuh lawan. Dia juga menyarankan untuk memperhatikan rekan satu tim yang bisa memberi ruang untuk mengontrol map.
Dan terakhir, kami bertanya apa maksud dari nama dalam game-nya, “Tzy”.
“Ini berarti keren,” tutup carry Bren Esports.
BACA JUGA: Tak ada perubahan di kubu Alter Ego untuk hadapi MPLI