Kehadiran para pelatih asal Singapura di turnamen Mobile Legends Professional League (MPL) Indonesia begitu kental. Setelah sebelumnya EVOS Legends berhasil meraih kesuksesan bersama Bjorn “Zeys” Ong dan dilanjutkan oleh James Chen bersama RRQ Hoshi, kini beberapa tim lain mencoba hal yang sama.
Tim-tim lain yang dimaksud dalam hal ini adalah Aura Esports yang merekrut Sean “Hades” Goh serta Bigetron Alpha yang menunjuk Ariff “Amoux” Iswandi sebagai nakhoda anyar tim. Kedua sosok tersebut juga merupakan pelatih asal Singapura.
Dengan kata lain, kualitas para pelatih Mobile Legends dari Singapura saat ini benar-benar mendapatkan pengakuan sebagai salah satu yang terbaik, meski tim-tim yang berasal dari Singapura tidak lebih baik dari Indonesia.
Hal ini menggungah ONE Esports untuk menanyakan langsung kepada Hades saat memiliki kesempatan untuk berbincang mengenai apa yang sebenarnya menjadi keunggulan para pelatih Mobile Legends dari Singapura ketimbang negara-negara lain, termasuk Indonesia.
“Menurut saya kami para pelatih dari Singapura selalu menjadi yang terdepan dalam hal memahami sesuatu dan mampu mempelajarinya dengan cepat,” ucap Hades kepada ONE Esports.
“Sementara Indonesia unggul dalam hal tim karena memiliki begitu banyak pemain berkualitas dan memiliki scene yang sangat kompetitif. Semua tim di MPL adalah yang terbaikn di region Asia Tenggara. Dengan demikian, tim-tim dari Indonesia punya peluang 10 kali lebih besar untuk menjadi lebih menakutkan,” tuturnya.
- Playoff MPL season 6 jadi target pertama Hades bersama Aura
- Cabut dari Aura, Stewart Tiolamon kini latih EVOS MDL
Hal yang kurang lebih sama juga muncul dari mulut Amoux. Ia menekankan bahwa Singapura sebagai negara kecil membuat mereka harus bisa belajar dengan cepat agar tidak tertinggal di dunia esports.

“Perbedaan yang bisa saya katakan adalah Singapura merupakan negara kecil dan kami datang dari latar belakang game yang berbeda, tetapi kami harus bisa tetap bersaing,” kata Amoux kepada ONE Esports.
“Kami memiliki banyak pengetahuan. Karena ingin tetap menjadi yang terbaik, kami terus berusaha untuk belajar banyak hal, membaca, dan melihat negara luar. Kami juga adalah yang terbaik dalam hal belajar menjadi pelatih. Sedangkan Indonesia lebih banyak menghasilkan pemain berkualitas,” tuturnya.
Dengan kata lain, para pelatih Mobile Legends asal Indonesia harus bisa belajar lebih banyak lagi agar suatu saat nanti tidak hanya menjadi penonton di scene dalam negeri karena organisasi-organisasi yang ada lebih tertarik menggunakan jara pelatih asing, terutama di MPL.
BACA JUGA: Hades ungkapkan proses dirinya menjadi pelatih Aura dan apa saja hal yang menjadi tanggung jawabnya