Mobile Legends: Bang Bang adalah salah satu game esports yang begitu besar di Indonesia. Bahkan MLBB di Indonesia telah menjadi trendsetter bagi negara lain.
Dalam setahun terakhir dominasi tim Indonesia di turnamen MLBB tingkat internasional memang terlihat jelas. Bagaimana tidak, Onic dan Louvre bertemu di grandfinal MSC 2019, kemudian EVOS Legends menghadapi RRQ di grandfinal M1.
Hasil tersebut sudah menjadi bukti bahwa pemain-pemain Indonesia begitu jago bermain game ini. Walau di lain sisi banyak juga yang menganggap MLBB hanya besar di Asia Tenggara dan sulit mendapat tempat di luarnya.
- Moonton pastikan MPL season 5 masih berisi delapan tim, tapi..
- Menang MPL dan M1, apakah EVOS Legends dapat bonus dari manajemen?
Menariknya saat M1, mulai terlihat tim-tim lain yang berbicara. Mulai dari Rusia, Brasil, Turki, sampai Jepang.
MPL Indonesia League Commisioner, Lucas Mao, bahkan mengaku bahwa MLBB di Indonesia sudah menjadi trendsetter dunia. Bahkan banyak fans tim Indonesia di luar negeri.
“Ada satu cerita menarik yang kami dapatkan saat menggelar turnamen di Turki Juli lalu. Gamer di sana mengaku sebagai fans berat Onic dan mengikuti perkembangan MPL Indonesia untuk meningkatkan skill bermain mereka,” jelas Lucas seperti rilis yang diterima ONE Esports.
Lucas bahkan begitu pe-de membawa MLBB ke negara-negara seperti Rusia, Brasil, Turki, Amerika Serikat, dan lainnya. Mereka melakukan penetrasi pasar sekaligus membangun ekosistem pada banyak negara.
“Kami tidak melihat adanya kesulitan untuk meningkatkan jumlah pemain (marketing) dan membesarkan ekosistem esports di satu negara di saat yang sama. Jadi kami bisa menjalankan dua strategi itu berbarengan,” tutur dia.
BACA JUGA: Harith biang kerok kekalahan RRQ di M1, begini analisisnya