Midlaner berbakat asal Indonesia, Warlord, yang kini berseragam Team Vamos harus rela perjalanannya di M6 World Championship terhenti usai timnya dikalahkan oleh Team Spirit.
Namun kekalahan ini tidak perlu disesali sepenuhnya, karena menembus delapan besar di panggung kejuaraan dunia bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata.
Jika kita melihat satu tahun ke belakang, prestasi yang sudah ia torehkan juga tidak kalah mentereng. Dari lima kali keikutsertaannya di MPL MY, semuanya mampu ia akhiri dengan podium, di mana dua diantaranya berakhir dengan medali perak, dan satu gelar juara.
Bahkan Warlord adalah satu dari segelintir pemain Indonesia yang pernah bertempur di kejuaraan dunia lebih dari satu kali.
Beda M6 dan M5 menurut Warlord

Sejak kedatangannya ke Malaysia sejak tahun lalu, pemain bermana lengkap Rizky “Warlord” Agustian, sudah dua kali ikut di M Series, yaitu di M5 dan M6.
Dari dua keikutsertaannya, ia mendapat banyak pelajaran, termasuk alasan timnya kalah di dua M Series terakhir.
“Di M5 kami terlalu banyak mencoba hero, karena pada waktu itu saya ingin memainkan fighter midlane, bukan mage. Hal yang sama juga kembali terjadi di Swiss Stage M6, kami menelan beberapa kekalahan karena mencoba strategi tersebut,” ungkap Warlord.
Namun ia juga melihat perbedaan antara M5 dan M6, yaitu keunggulan sebagai tuan rumah yang ia rasakan di gelaran kali ini.
“Namun bedanya, M6 digelar di Malaysia, dan ini membuat lingkungan lebih mendukung kami ketimbang di M5,”
Mungkin keputusannya untuk berlayar di Negeri Jiran merupakan jalan terbaik untuk kariernya. Kita lihat sejauh mana Warlord akan berlari di tengah persaingan panas dunia MLBB profesional.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Jadwal M6 World Championship, format, hasil dan cara menonton