ONE Esports Mobile Legends Professional League Invitational (MPLI) akan segera dimulai satu pekan lagi, Jumat (27/11/2020). Ke-20 yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Singapura tentu telah melakukan analisa kekuatan calon lawan dan berlatih sesuai dengan strategi yang akan mereka gunakan di ajang tersebut.

Tak hanya tim-tim Indonesia yang memiliki kans besar untuk menjadi juara, tetapi tim dari negara lain juga memiliki peluang yang sama, terutama Filipina sebagai salah satu pusat perkembangan Mobile Legends di dunia.

Untuk mengetahui seperti apa persiapan setiap tim, ONE Esports telah berbincang-bincang dengan setiap tim yang ikut tampil di MPLI, termasuk Execration yang dipandang sebagai salah satu tim berkualitas asal Filipina. Kami pun menghubungi kapten mereka, Patrick “E2MAX” Caidic, untuk menggali lebih jauh mengenai tim mereka.

Execration merupakan salah satu tim yang memiliki performa luar biasa di MPL PH Season 6, di mana mereka berhasil memuncaki Grup A pada musim reguler dan finis di posisi ketiga pada babak playoffs di bawah Bren Esports dan OMEGA Esports. Hal ini membuat E2MAX percaya bahwa timnya kini sudah semakin baik, berkat kedisiplinan yang diterapkan oleh tim.

Tim ini memiliki reputasi sebagai anak nakal di MPL PH Season 6, tetapi E2MAX melihat tingkah laku rekan satu timnya itu sebagai bentuk ekspresi. Pada pertandingan playoff perebutan posisi ketiga melawan ONIC PH, semua pemain tampak seperti melontarkan ejekan setiap meraih kemenangan.

“Saya hanya berusaha untuk mendukung apa pun yang terjadi. Bahkan saat kami tertinggal 0-2, saya berusaha melakukan yang terbaik untuk meningkatkan semangat dan memberi tahu mereka bahwa kami bisa memenangi pertandingan ini,” kata E2MAX kepada ONE Esports.

Execration telah berhasil membangun kembali kekuatan timnya setelah kepergian dua player core mereka, Hate dan Bennyqt. Meskipun hal ini mungkin menjadi pukulan besar bagi chemistry tim, E2MAX mengatakan bahwa rekrutan muda terbaru mereka, yaitu Mark dan Kelra, sangat cocok bersama tim.

Dari pengalamannya berlatih bersama tim dari regional lain dan menonton masing-masing MPL-nya, E2MAX melihat Filipina sebagai region dengan gaya bermain terbaik saat ini.

“Gaya bermain dan MEGA sangat berkembang di sini, di Filipina. Sementara di MPL lain, mereka benar-benar bermain aman dan berskala. MPL PH sangat senang bermain lebih agresif dengan pertarungan sejak Level 1 dan semacamnya. Jika menyangkut soal itu, kami dapat menyesuaikan segala jenis META dengan cara kami bermain,” ucap E2MAX.

Di sisi lain, E2MAX juga sangat berharap bisa berjumpa dengan RRQ Hoshi. E2MAX menjelaskan bahwa strategi dua core dari RRQ adalah sesuatu yang telah mereka lakukan di MPL PH. Dengan kemiripan dalam hal bermain, dia sangat tertarik untuk melihat siapa yang akan lebih mendominasi dengan playstyle tersebut.



Ketika E2MAX diminta untuk memberikan peringkat dari setiap region yang tampil di ONE Esports MPLI ini, dengan percaya diri ia mengungkapkan bahwa Filipina adalah region terbaik di antara lainnya.

“Tentu saja, Filipina adalah nomor satu. Bren Esports begitu kuat setelah berhasil mengalahkan tim-tim terkenal lainnya di babak playoff. Kami juga memiliki tim hebat seperti OMEGA Esports. Di posisi kedua adalah Indonesia, MY/SG di urutan ketiga, dan Myanmar di urutan keempat,” tutur E2MAX.

Kapten Execration ini pun mengakhiri wawancara dengan menyampaikan beberapa patah kata kepada para pesaing mereka lainnya. “Anda mungkin tidak tahu Execration sekarang, tetapi begitu Anda melihat kami bermain, kami akan tersimpan di kepala Anda selamanya.”

ONE Esports MPLI ini baru akan dimulai pada 27 November hingga 6 Desember 2020 yang akan ditayangkan dalam lima bahasa berbeda, yaitu Bahasa Indonesia, Melayu, Burma, Inggris, dan Tagalog.

Nantikan perkembangan ONE Esports MPLI terkini dengan mengikuti tautan ini.

BACA JUGA: Inilah hasil undian bracket ONE Esports MPLI