EVOS Legends telah dipastikan tidak lolos ke playoff MPL ID S12. Hal ini tentu saja menunjukkan bahwa mereka memiliki banyak kendala dan masalah, sehingga tidak bisa bersaing dengan tim lainnya.
Di sepanjang musim reguler MPL ID S12, EVOS Legends mengalami pasang surut performa. Mereka begitu sulit untuk mendapatkan win streak, bahkan sempat mengalami enam lose streak.

Selain mengalami pasang surut, EVOS juga sering kali melakukan perubahan di dalam roster dan staf pelatih. Harimau Putih menjadi tim yang paling banyak menurunkan pemain di musim reguler dengan total 10 player.
Di setiap role, EVOS sempat memainkan dua pemain berbeda. Promosi dan degradasi yang dilakukan kepada pemain, dari MDL ke MPL dan sebaliknya, harus terjadi demi keseimbangan dua tim yang mereka miliki.

Kondisi ini membuat line-up yang akan diturunkan EVOS menjadi yang paling misterius di sepanjang musim. Siapa saja bisa dihadirkan, sesuai dengan penilaian pelatih di sesi latihan dan scrim.
Memiliki banyak opsi pemain untuk bisa ditampilkan sebenarnya merupakan sebuah keuntungan. Namun faktor chemistry dan kekompakan dalam bermain juga bisa terganggu karena pergantian pemain yang terjadi.
| BERITA TERKAIT |
| Sejarah terulang, EVOS Legends tak lolos playoff MPL ID S12 |
| Daftar lengkap tim lolos playoff MPL ID S12 |
| Demam panggung, kendala utama AURA Fire di MPL ID S12 |
Punya banyak pemain tak jadi masalah bagi EVOS Legends di MPL ID S12

Melihat faktor tersebut, ONE Esports mencoba mencari tahu perihal kedalaman roster yang dimiliki EVOS ini kepada salah satu staf pelatih mereka, TaxStump. Dirinya mengaku bahwa hal tersebut sebenarnya tidak menjadi sebuah masalah bagi tim.
Namun di sisi lain, hal tersebut juga diakui TaxStump telah membuat penyesuaian yang terjadi di antarapemain juga menjadi terhambat. Apalagi hal ini terus terjadi hingga week-week akhir, di mana setiap tim seharusnya sudah menemukan komposisi yang tepat.

“Sebenarnya soal punya banyak pemain itu tidak menjadi masalah. Mungkin yang menjadi masalah itu soal penyesuaiannya,” kata TaxStump kepada ONE Esports.
“Karena sebagian pemain ada yang dari MPL dan MDL, jadi perlu dicari lagi formula (penyesuaian) agar lebih cepat lagi. Mungkin salah satu kesalahan kami ada di situ juga, yaitu terlalu lama dalam menentukan roster-nya,” tuturnya.
Bisa dibilang, esports tidak bisa disamakan dengan olahraga tradisional lainnya, di mana memiliki banyak pemain di dalam skuad dengan kualitas yang tak jauh berbeda menjadi sangat penting, terutama dalam hal menjaga kebugaran dan memperkaya taktik serta gameplay.
Bagi EVOS, hal ini mungkin bisa menjadi salah satu evaluasi bagi mereka, terutama dalam mempersiapkan roster dan line-up inti pada ajang berikutnya. Hal ini juga akan sangat bagus bagi pemain, terutama mereka yang jarang bermain, untuk mengambil keputusan demi kelangsungan karier mereka.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: EVOS Legends gagal playoff, Taxstump bicara performa buruk vs BTR