Jika ayah kalian adalah mantan pemain esports amatir, apakah bakal mudah bagi kalian untuk meyakinkan orang tua agar mengizinkan jadi seorang gamer profesional.

Itulah yang dirasakan pemain pro Mobile Legends asal Filipina, Kairi “Kairi” Rayosdelsol.

Dalam sebuah wawancara dengan ONE Esports, Kairi menceritakan tantangan yang ia hadapi saat memulai perjalanannya sebagai esports player, termasuk saat dihadapkan dengan tentangan dari ibunya.



Kairi berbicara tentang perjuangannya di awal karier

Kredit: Kairi

Kairi lahir di Bataan, sebuah provinsi jauh di sebelah barat Manila. Di awal masa remajanya, dia menggunakan aplikasi pesan online palsu untuk memalsukan izin ibunya saat ngin berpartisipasi dalam turnamen kecil dengan teman-temannya di Manila.

“Saya menggunakan nama dan foto ibu saya. Saya memberi tahu ibu saya di aplikasi bahwa saya ingin pergi ke Manila. Lalu saya menjawab sendiri menggunakan identitasnya untuk mendapatkan izinkan.”

Ibunya, yang bekerja di luar negeri dengan ayahnya, akhirnya mengetahui perjalanan rahasia Kairi melalui seorang kerabat, kemudian dia mengancam akan memanggil polisi untuk membawanya kembali.

Ayahnya juga seorang gamer, dan pernah mengejar mimpi untuk menjadi seorang gamer profesional di Dota, tetapi gagal. Itu mempengaruhi cara pandang ibunya terhadap esports.

Kairi di sisi lain, masih melihat game secara positif. “Dulu saya hanya bisa menonton teman sekelas bermain karena saat itu saya tidak memiliki ponsel dan Wi-fi. Jadi, terkadang saya menggunakan iPad nenek agar bisa bermain, dan Wi-fi yang saya gunakan adalah milik tetangga.”

Semangatnya untuk bermain game mendorongnya untuk berulang kali meyakinkan ibunya bahwa dia bisa mendapatkan banyak uang dengan bermain game.

Kairi, ONIC Kairi, ONIC Esports, M4, MLBB, Mobile Legends
Kredit: Dhonazan Syahputra/ONE Esports

Seiring bertambahnya turnamen Mobile Legends, ibunya menjadi semakin khawatir dengan hobinya. Itu pasti terasa seperti deja vu, melihat orang terkasih terjun lebih dalam ke dunia game tanpa kepastian masa depan.

Peluang emas Kairi datang ketika Blacklist International, salah satu organisasi esports terbesar di Filipina, datang mengetuk pintu mereka.

Pelatih Blacklist, Kristoffer “BON CHAN” Ricaplaza, mengundangnya untuk mengikuti uji coba. Dia akhirnya lulus, dan tim menghubungi ibunya untuk meyakinkan bahwa mereka akan memberinya gaji.

“Sejak itu, saya pikir sudut pandang ibu berubah, karena ada perusahaan yang akan memperhatikan saya,” katanya.

Ibunya akhirnya memberi lampu hijau. Dia bergabung dengan Blacklist di MLBB Professional League Philippines (MPL PH) Season 6. Dia tidak membuang kesempatan itu dan langsung membuat namanya bersinar di kancah profesional. Kini, ia diakui sebagai salah satu jungler terbaik di dunia.

Kairi saat ini merupakan bintang ONIC Esports di MPL Indonesia, di mana dia telah memenangkan kejuaraan dan penghargaan MVP. Terlepas itu semua, dia masih tetap ingin membuktikan kemampuan dirinya, terutama di panggung dunia.

Tonton video lengkap wawancara ONE Esports di bawah ini.

https://youtu.be/BinQeqFkmb0

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Jadwal MSC 2023, format, hasil pertandingan dan cara menonton