EXP laner EVOS Legends, Dlar, secara mengejutkan melakukan debut di MSC 2023 saat menghadapi ONIC Esports di babak perempat final, Jumat (16/6). Kehadirannya ini cukup mengejutkan dan berhasil menjadi buah bibir banyak orang.
Tak hanya soal debutnya bersama EVOS setelah sekian lama, buah bibir komunitas MLBB kepada Dlar juga disebabkan oleh aksinya di Land of Dawn. Meski tidak mampu membawa timnya meraih kemenangan, performanya cukup impresif di dua game yang ia mainkan.
Apalagi, debut Dlar di MSC 2023 ini juga begitu spesial. Tak hanya diturunkan pada pertandingan hidup-mati, dirinya juga langsung dipertemukan dengan mantan rekan satu timnya di ONIC PH, Kairi dan Coach Yeb. Hal ini tentu saja menjadi warna tersendiri bagi dirinya dalam melakoni pertandingan.

Lalu, seperti apa perasaan yang sebenarnya dialami Dlar ketika tampil di pertandingan tersebut? Apakah dirinya puas dengan performanya, meski hasilnya tidak bagus bagi EVOS?
Kepada ONE Esports, Dlar mengaku bahwa dirinya sangat senang bisa kembali bermain untuk EVOS. Namun, ada satu hal yang cukup ia selali pada pertandingan tersebut, selain hasil yang jauh dari kata memuaskan bagi semua orang yang ada di dalam tim.
“Kemarin saya sangat bersemangat dan senang sekali (bisa main lagi), tetapi saya masih kurang persiapan. Modal saya hanya percaya diri dan bersemangat karena berjumpa mantan rekan satu tim saya, Kairi dan Coach Yeb. Hal itu menjadi motivasi tambahan juga bagi saya untuk bermain di panggung MSC,” ucap Dlar kepada ONE Esports.
- KarlTzy sebut ada tantangan yang lebih besar selain main di MPL ID
- Siapa tim MPL ID dan PH terpopuler di Kamboja?
Rencana Dlar bersama EVOS Legends berikutnya

Mendengar pernyataan Dlar tersebut, terlihat jelas bahwa dirinya sangat ingin kembali bermain. Meski sudah lama tidak tampil di atas pentas, bara kompetitif yang ada di dalam dirinya tetap terjaga, bahkan semakin besar saat ini.
Melihat hal ini, pihak EVOS pun tentu harus bisa mengakomodasi keingingan pemain bernama lengkap Gerald Trinchera tersebut pada MPL ID S12. Tim pelatih harus bisa memberikan porsi bermain yang cukup agar dirinya bisa terus menjaga performa.
Jika tidak, bukan mustahil player berusia 23 tahun itu akan hengkang dari EVOS. Hal ini juga telah diakui secara langsun goleh player.
“Sebenarnya ada juga sih (pikiran untuk pindah) karena saya memang sangat ingin main. Saya juga ingin menunjukkan kepada semua pendukung bahwa saya masih bisa bermain dan dukungan dari mereka itu sangat berharga,” kata sang player.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Jadwal playoff MSC 2023, format, hasil pertandingan dan cara menonton