Fans EVOS berkurang bisa benar-benar terjadi. Hal ini sebenarnya sudah mulai terlihat seiring menurunnya performa Macan Putih dari musim ke musim MPL ID.
Merupakan salah satu tim terbesar dan paling diwaspadai, hingga sempat menjadi juara MPL ID bahkan juara dunia M1 World Championship, masa keemasan EVOS seakan telah lewat.
Trofi MPL terakhir yang mereka angkat adalah MPL ID S7. Setelah itu, EVOS Legends yang sekarang bernama EVOS Glory benar-benar struggle meraih kesuksesan.
Musim berganti musim, roster baru pun muncul setiap tahunnya, tapi tak juga bisa memperlihatkan prestasi terbaik di kancah Mobile Legends resmi tertinggi.

Mereka memang sempat menjuarai IESF dan WCG, sesuatu yang cukup membanggakan. Tapi, itu adalah turnamen baru di MLBB yang kurang mendapat perhatian.
Sampai tibalah di MPL ID S13. Harapan baru para EVOS Fams muncul setelah tim idolanya tak lolos playoff untuk kedua kalinya di season 12.
Memakai roster baru yang benar-benar fresh, membawa pemain dan pelatih Filipina, harapan EVOS Fams tentu sangat tinggi.
Sayangnya, harapan akan EVOS yang lebih baik belum terlihat, bahkan malah tambah mengkhawatirkan di pekan pertama MPL ID S13.
EVOS Glory tak berkutik di pekan pertama
Menghadapi Alter Ego dan Bigetron Alpha di pekan pertama, EVOS Glory benar-benar memprihatikan. Melawan AE EVOS seperti tim yang baru pertama tampil di MPL dan dibuat tak bergerak sama sekali.
Demam panggung terlihat di sana dari komposisi ini. Dan dua poin mudah didapatkan Alter Ego. Apalagi Tazz diberikan hero assassin pada dua game yang dimainkan.

Melawan Bigetron Alpha, EVOS Glory sebenarnya membaik di game pertama. Mereka bahkan nyaris menang, tapi lagi-lagi sebuah ketidakmatangan membuat mereka di-comeback oleh BTR.
Hingga di game kedua, EVOS kembali kehilangan sentuhannya dan terbantai. Dua kekalahan 2-0 ditelan Vaanstrong Cs. Mereka terpuruk di peringkat kedelapan klasemen sementara.
EVOS Glory bisa ditinggal fans
Harus diakui banyak kekecewaan dirasakan EVOS Fams karena penampilan Glory. Tak hanya sekarang, dari musim ke musim, EVOS belum juga meraih kesuksesan puncak.
Dua kali tidak lolos playoff dari tiga musim terakhir sudah memperlihatkan betapa mengkhawatirkannya posisi mereka. Runner-up season 11 mungkin sedikit menghibur, tapi pada akhirnya itu hanya runner-up.
Pada acara Empeshow terbaru, Donkey dan Ko Lius membuat kritikan pedas untuk EVOS Glory. Mereka mengaku bahwa risiko kehilangan fans lebih banyak, sangat mungkin terjadi di musim ini.
“Adik saya seorang Fams, dia ngefans sejak era Bass, Oreo, Kneer, sampai sekarang, tepatnya sampai kemarin. Setelah saya restream EVOS kalah, saya bercandain tim lo Turu. Dia matanya sudah merah dan berkata saya capek jadi Fams. Bahkan dia sebut 1045 hari dari terakhir kali EVOS angkat piala MPL. Separah itu,” jelas Ko Lius.
“Saya juga lihat banyak di komen yang sudah tak mau jadi EVOS Fams, pindah sebagai Alter Champs. Tidak satu dua. Tapi menurut saya yang ngomong begitu masih di masa tengah-tengah. Antara mau ninggalin atau tidak,” tambah Donkey.
“Asal jangan sampai EVOS-nya benar-benar turu. Kalau turu beneran bisa hilang itu (fansnya). Tapi jika mereka bangkit, fans akan tetap jadi EVOS Fams. Tapi mereka akan banyak yang hilang jika benar-benar gagal musim ini, jelek beneran, hilang beneran,” ungkap Donkey.

“Mereka harus berpikir berbeda untuk bisa bangkit dan mencari formula terbaiknya. Mereka harus bekerja lebih dari 1000 persen untuk bisa kembali. Karena mereka sangat berisiko kehilangan Fams,” lanjut Lius.
“Jumlah viewers RRQ dan EVOS dulu sama atau mirip. Semakin ke sini, RRQ makin rame sedangkan EVOS sudah tergantikan dengan Aura, Alter Ego, dan ONIC. Penonton mereka sudah menurun drastis. Secara statistik sudah memperlihatkan itu,” tutup Yurino mantan pemain EVOS Legends tersebut.
Menarik menunggu bagaimana performa EVOS di pekan-pekan selanjutnya. Apakah mereka bisa bangkit, atau malah kian tenggelam? Kita tunggu bersama.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: EVOS Glory dan taktik pragmatis ala Jose Mourinho