Masalah Freeze Contract Esports mencuat, ini tanggapan DeanKT!

Baru-baru ini, masalah Freeze Contract Esports menjadi salah satu sorotan di kalangan para penggemar esports di Indonesia.

Hal itu dibahas oleh Vice President ONIC Esports, Denver “Yeb” Miranda. Coach Yeb memberi opini mengenai masalah Freeze Contract Esports. Sontak, banyak pihak di dalam kolom komentar menuangkan pandangan mereka.

Tak jarang, beberapa pihak yang pernah merasakan dampak Freeze Contract Esports pun bersuara lewat postingan Coach Yeb. Hal tersebut masih menjadi pembahasan hingga hari ini, Kamis (16/1) dengan opini yang bervariasi.

Mobile Legends, Coach Yeb, Fnatic ONIC PH juara M6
Kredit: Moonton

Mantan Vice President EVOS Esports, Aldean “DeanKT” Tegar Gemilang ikut menyoroti masalah Freeze Contract Esports.

BERITA ESPORTS MLBB LAINNYA
Kritik Coach Yeb soal freeze contract: Kasihan player-nya guys!
Xepher ungkap masalah Alter Ego di ESL
Doa R7 untuk Albert di EVOS
Rumor pelatih baru ONIC beredar, BON CHAN is real?
Roster ONIC MPL PH S15 masih bisa berubah? Mars: Bisa saja!

Freeze Contract Esports selalu berkonotasi negatif? Ini respons DeanKT

DeanKT kritik EVOS, MLBB, Mobile Legends
Kredit: Instagram/aldeantg

Melalui salah satu live streaming pada kanal YouTube miliknya, DeanKT angkat bicara mengenai masalah Freeze Contract Esports.

Pertama, terkait masalah tersebut DeanKT menyatakan bahwa dirinya setuju tidak setuju dengan Freeze Contract.

“Kalau dari saya guys, saya setuju tidak setuju,” ucap DeanKT kepada viewers-nya.

Kemudian, Dean menjelaskan pengertian Freeze contract. Menurutnya, hal tersebut sudah ada ketika ia masih memimpin tim esports.

“Kenapa? Jadi, masalah Freeze Contract itu apa sih? Bagi yang tidak tahu dari zaman saya sudah ada (masalah) Freeze Contract. Freeze Contract itu adalah, membekukan kontrak tapi durasi (kontraknya) masih berjalan,” tuturnya.

Mobile Legends, DeanKT, Mas Ade
Kredit: Instagram/Aldeantg

“Ini sepengalaman saya, tidak tahu kalau di tim lain berbeda maaf. Kontraknya dibekukan, durasi (kontraknya) masih berjalan tapi tidak digaji, jadi dia tidak digaji di (tim) esports,” ujar Dean menambahkan.


Dean memaparkan, umumnya masalah Freeze Contract Esports terjadi saat pemain diketahui melakukan kesalahan. Kesalahan tersebut tertera ketika pemain menandatangani kontrak ketika akan bergabung ke tim esports.

Menurut Dean, Freeze Contract terjadi ketika tim esports mengambil jalan terakhir untuk menyelesaikan sebuah permasalahan.

“Dia tidak bermain juga, jadi namanya di-freeze. Kenapa bisa di-freeze? Orang yang sudah kena freeze, itu adalah jalan terakhir yang dilakukan oleh manajemen (tim) esports, sepengalaman saya,” kata Dean.

Aldean Tegar, DeanKT, EVOS Esports
Kredit: ONE Esports

“Kalau dia melakukan kesalahan di dalam kontrak, itu satu. Kedua, dia melakukan kesalahan apa? Ada bermacam-macam, di kontrak ada (tertera) jelas sepengalaman saya. Pemain itu melakukan kesalahan yang tertulis di kontrak bahwa, seluruh kewajiban pemain tertulis,”

“Harus kompetitif, harus melakukan tugas di GH, latihan dan lain-lain. Biasanya pada zaman saya, kalau (pemain) sudah kena freeze berarti dia tidak mau melakukan apa instruksi dari manajemen. Dia itu sudah tanda tangan kontrak pasti sudah dijelaskan ada freeze ada apa-apa,” papar dia.

“Mungkin maksud Coach Yeb ini dia mau menghilangkan pasal freeze itu,” jelasnya.


Terkait pandangan Coach Yeb, menurut Dean masalah freeze tidak dapat dihilangkan. Ia menegaskan jika masalah freeze dibuat agar pemain tidak semena-mena.

Entah ketika pemain tidak mau menjalankan kewajiban bertanding atau hal lainnya di sanalah fungsi pasal freeze bekerja.

“Menurut saya (jangan) dihilangkan juga, pasal freeze itu tidak apa-apa tapi kalau (menghadapi) masalah yang parah sekali,” ucap DeanKT.

Mobile Legends, DeanKT, Mas Ade
Kredit: Instagram/Aldeantg

“Kenapa pasal freeze dibuat? Sebenarnya bukan cuma di Indonesia, di luar juga ada soal membekukan kontrak. Karena, biar pemain itu tidak semena-mena,” tegasnya. “Kalau pemain tidak mau main atau bagaimana, di situlah gunanya pasal freeze. Bukan berarti manajemen mematikan karier, sepengalaman saya kalau sudah di freeze pasti diberikan penawaran lain.”

Dean menyatakan bahwa ketika terjadi freeze, tim dapat mengalihkan pemain mengerjakan tugas lainnya. Misalnya untuk membantu kewajiban sponsorship, atau menjadi talent untuk hal lainnya atau bahkan dipindahkan ke tim lain.

“Jadi ambil banyak schedule untuk sponsorship, satu. Jadi talent, dua, atau ditawarkan jadi streamer atau ditawarkan untuk pindah tim,” pungkasnya.

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA : Jadwal ESL Snapdragon Season 6, format, hasil dan cara menonton