Timnas MLBB Indonesia gagal juara IESF 2024. Hal ini sangat mengecewakan bagi banyak orang, apalagi ekspektasi untuk Indonesia sangat tinggi.

Selain karena Filipina menurunkan mayoritas pemain MDL dari RRQ Kaito yang disokong KyleTzy dan Ducky, serta Malaysia diisi 3 trio mid SRG ditambah EXP cadangannya yakni Gojess dan gold laner JP Niners, Lolealz, Indonesia dianggap punya harapan.

Mobile Legends, Timnas MLBB Indonesia vs Arab Saudi, IESF WEC 2024
Kredit: IESF WEC

Sayangnya, Indonesia yang diisi empat pemain Fnatic ONIC ID dan Bigetron Alpha malah kalah di semifinal 2-1 oleh Malaysia.

Permainan Indonesia memang jauh dari kata memuaskan. Hal yang paling menonjol adalah bagaimana over commit sangat sering terjadi. Selain itu terlihat chemistry mereka belum sesempurna itu. Alberttt adalah cadangan di ONIC S14. Sementara Luke datang dari tim yang berbeda.

Mobile Legends, Malaysia juara MLBB IESF WEC 2024
Kredit: Instagram/MPL MY

Hal itu adalah yang terlihat di pertandingan. Di luar itu diyakini banyak masalah non-teknis yang terjadi di luar game. Pause yang sangat sering, laga yang tertunda berkali-kali, Dll.

Tak ayal dari kumpulan banyak masalah di atas, Timnas MLBB Indonesia gagal juara IESF 2024.

Respect! Timnas MLBB Indonesia raih medali perunggu IESF WEC 2024
Sebagian besar laga MLBB IESF tertunda, ini konfirmasinya
LIVE: Bursa dan rumor transfer pemain Mobile Legends
Road map M6: Rangkaian semua keseruan yang akan dihadirkan

Timnas MLBB Indonesia gagal juara IESF 2024

Banyak yang menjadi korban hujatan atas Timnas MLBB Indonesia gagal juara IESF 2024. Salah satunya tentu coach Adi yang memimpin skuad ini.

Adi datang tanpa Coach Yeb dan kebetulan ada yang menganggap draft dia melawan Malaysia jauh dari kata apik.

MSC 2024, Mobile Legends, Adi, ONIC Esports, MPL ID S13
Kredit: ONE Esports

Perdebatan pun muncul, Adi kembali dipertanyakan. Sampai akhirnya dia membuat unggahan sekaligus curhat soal Timnas MLBB Indonesia gagal juara IESF 2024.

Sindiran tentang IESF 2024 muncul sekaligus tentang pelajaran yang dia dapat di sana.

“Peringkat ketiga di IESF turnamen terbaik sepanjang karier. Terbaik karena ngajarin cara membuang waktu tanpa melakukan apa-apa, isu mental, lelah menunggu, dan ngajarin sabar pastinya,” kata Adi di Instagramnya.

“Jadi nostalgia sedikit ke turnamen esports 10 tahun lalu yang masih kualitas rendah. Tapi kalah ya kalah, tak ada alasan. Mau curhat sedikit saja. Maaf Indonesia dan terima kasih dukungannya,” pungkas dia.

Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Malaysia juara MLBB IESF WEC 2024, gelar terus berpindah tangan