Satu hal yang menjadi sorotan pada turnamen Mobile Legends: Bang Bang pada BEKRAF Gameprime: Clash of Titans akhir pekan lalu adalah kombinasi hero Estes dan Esmeralda yang dipelopori Saints Indo.

Saints Indo berhasil melaju ke laga puncak turnamen Clash of Titans. Tapi mereka harus mengaku kalah dari tim yang memang lebih punya pengalaman, Louvre Esports.

Meski begitu, Saints Indo tetap patut dipuji tak hanya mereka punya tiga player penguasa tiga tempat di top global yaitu Clay (Esmeralda), Huba (Selena), dan T-Bag (Kimmy), tapi juga eksperimen memainkan hero support yang sangat jarang muncul di turnamen pro MLBB, Estes.

Estes pertama kali muncul kala Saints Indo menghadapi Genflix Aerowolf di semifinal Clash of Titans. Dimainkan oleh Veghian “Huba X F L O” Dharmawan, hero ini tampil luar biasa dan membuat Esmeralda yang dimainkan Clay tambah OP.

Saints Indo final Clash of Titans – Redzi

Di final formasi yang sama juga dimainkan Saints Indo pada game pertama dan sukses mengalahkan Louvre. Tapi pada tiga game terakhir, Saints Indo tak mampu melawan kolektivitas dan adaptivitas luar biasa Louvre, sampai akhirnya kalah 1-3.

ONE Esports Indonesia mendapat kesempatan untuk mengulik soal pemakaian Estes oleh Huba. Ia mengaku Estes sebenarnya hanya back-up andai hero andalannya, Selena dibanned lawan.

“Sebenarnya kami sudah merencanakan itu (memainkan Estes di Clash of Titans), terutama kalau Selena dibanned. Kami bakal buat kombo Estes dengan Esmeralda dan Kimmy. Itu ternyata bekerja dengan baik. Padahal meta itu baru sekali kami pakai di rank dan langsung coba dalam turnamen,” jelas Huba kepada ONE Esports.

“Saya sebenarnya dari dulu memang suka Estes. Cuma karena saat ini kami ingin buat sesuatu yang ‘BOOM’ dan dikenang pada scene MLBB, jadilah munculnya sekarang.”

“Kami buat planning dan cobain satu kali di rank pada malam sebelum lawan Aerowolf dan ternyata bisa jalan dengan baik,” kata dia.

Menariknya pada game ketiga final kemarin, kombinasi Esmeralda dan Estes itu dipakai juga oleh Louvre dan berjalan dengan baik. Huba mengungkapkan alasan timnya kalah.

“Kombinasi itu juga sukses dimainkan Louvre. Kami missed di game dua, tiga, dan empat karena minimnya meta. Tapi itu jadi pelajaran buat kami sebagai tim,” tutur Huba.

“Kami sudah menyiapkan meta yang akan lebih mengejutkan lagi. Tunggu saja,” lanjutnya.