Pelatnas timnas Mobile Legends: Bang Bang Indonesia untuk SEA Games 2019 telah berakhir. Sudah terpilih 12 player dari 40 orang yang mengikuti seleksi tersebut. Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian.

Hal tersebut adalah mundurnya CEO Rex Regum Qeon (RRQ), Adriane Pauline, dari panitia kerja timnas Mobile Legends. Sebelumnya AP adalah orang yang dinilai cukup berpengaruh di dalam panitia kerja bersama Erick Herlangga, Frans Volva, dan Ryan KB.

Mereka berempat menjadi orang-orang yang menentukan pelatih sampai player di fase pelatnas ini. Namun, tak ada angin tak ada hujan, AP tiba-tiba mengumumkan pada Instagram Story-nya bahwa tak lagi berada dalam tim bersangkutan.

Banyak yang berspekulasi bahwa kritk dan hujatan netizen yang menganggap AP dan Erick ‘menitip’ player untuk masuk timnas, menjadi salah satu alasan. Seperti diketahui, ada Lemon dan Vyn yang merupakan dua player RRQ yang lolos. Sementara Marsha dan Watt adalah dua pemain eks Louvre yang kini berkostum Genflix Aerowolf.

Mendengar itu, AP pun langsung angkat bicara. Eksklusif kepada ONE Esports ia mengungkap alasan sebenarnya keluar dari panitia kerja.

“Saya merasa tidak cocok dengan cara kerja panitia SEA Games yang lain. Bukan karena salah mereka, tapi lebih diakibatkan perbedaan prinsip. Cara kerja saya yang kritis rasanya bisa menghambat teman-teman yang lain,” jelasnya.

“Mereka adalah orang-orang hebat yang berdedikasi, jujur, serta punya integritas tinggi. Demi kebaikan bersama dan Indonesia, saya memutuskan untuk mundur. Semoga dengan tidak adanya saya, semua akan lebih baik. Saya yakin seyakin-yakinnya siapapun player yang terpilih pasti akan membawa emas untuk Indonesia! Amin,” tambah dia.

AP juga sedikit berkomentar soal netizen yang begitu kritis dengan pemilihan pemain timnas Mobile Legends.

“Saya sudah kebal dimaki-maki netizen. Buat saya itu adalah dinamika medsos. Tak terlalu ladenin. Kalau memang parah ya ada aturan hukumnya juga kan,” tuturnya.