Caramel dan Earl bisa dibilang icon dari EVOS Ladies atau yang sekarang bernama EVOS Lynx. Keduanya ada di skuad tersebut sejak awal terbentuk.
Kapasitas Caramel maupun Earl tak perlu diragukan lagi. Sebagai jungler dan roamer, keduanya ada di level tertinggi untuk scene ladies Mobile Legends.
Tak hanya berbicara soal mekanik, tapi juga pengalaman yang membuat keduanya bisa begitu konsisten dan kuat sampai sekarang.
Caramel dan Earl telah merasakan banyak prestasi
Sudah aktif sejak lama, kedua pemain juga telah merasakan banyak prestasi di scene ladies. Mereka ada di titik EVOS Ladies masih kesulitan mengejar Belletron Battle Angels.
Kemudian mencapai titik tertinggi ketika menguasai scene ladies saat menjuarai empat turnamen beruntun, yakni WSL Season 1, WSL Season 2, Dignity of Srikandi Season 1, dan Dignity of Srikandi Season 2.

Mekanik keduanya terkenal sangat tinggi. Caramel meski mengaku tak nyaman menjadi core, tapi kemampuannya memakai assassin sangat-sangat andal.
Sementara makro dari Earl sebagai roamer tak perlu lagi diragukan. Ia bahkan terbilang versatile karena tak hanya bisa bermain tank keras, tapi hero-hero support juga.
Keberadaan Earl sangat penting di EVOS Lynx, menengok dia juga shoutcaller di tubuh tim.
Kedua pemain indikasikan rehat
EVOS Lynx baru saja mendapat hasil tak maksimal di WSL Season 3. Setelah juara di dua WSL sebelumnya, langkah mereka terhenti di final lower bracket. Adalah RRQ Mika yang membuat mereka gugur setelah kalah 2-0.

Setelah kekalahan tersebut, Caramel dan Earl membuat sinyal bahwa mereka akan rehat. Ini terlihat dari unggahan keduanya di Instagram Story.

Kalau Earl memang sudah mengindikasikan hal ini sejak lama. Walau belum memastikannya, tapi ia terlihat ingin fokus live streaming.
Caramel yang mengejutkan. Memang sepanjang WSL dia terlihat memikul beban yang sangat berat. Dia pun mengakui itu dalam unggahan Instagramnya.
BACA JUGA: Langkah EVOS Lynx terhenti di WSL Season 3, ini sisi positif yang bisa diambil