Syarifah Silvia Assegaff atau biasa disebut Viorell menjadi nama yang tenar di scene Mobile Legends: Bang Bang, terutama di jajaran top global.
Viorell identik dengan hero Lolita. Ia punya kapasitas yang cukup apik memainkan tank satu itu. Menjadi menarik bahwa Vio tidak sama seperti kebanyakan player.
Dia adalah wanita karier sekaligus ibu, bukan pro player atau orang-orang yang fokus untuk MLBB. Ia pun mengaku hanya bermain saat malam hari setelah anaknya tidur.
- Viorell, bukti seorang ibu dan wanita karier bisa jadi top global Mobile Legends
- SK_1st angkat suara soal joki dan top global Mobile Legends
Namun, bagaimana bisa dia mencapai top global 1 Lolita? ONE Esports mencoba mengulik itu dari yang bersangkutan.
“Awalnya saya main Lolita terus sampai masuk global rank 70. Saat itu saya ga ngeh dan memang belum mengerti istilah mmr atau winrate. Bahkan sering AFK saat itu karena harus mengurus anak dan sebagainya karena memang belum mengerti,” tuturnya.
“Bahkan saya sempat keluar ke peringkat 180 karena pergi ke Eropa. Itu memang membuat jadi drop karena turunnya jauh banget.”

“Setelah itu tak ada tekanan atau niat kepikiran buat push. Main ya main aja, kebetulan memang masih pakai Lolita terus. Sampai akhirnya jelang akhir season 12, tiba-tiba sudah global rank 4.”
“Setelah itu baru rutin partyan untuk push. Kalau ga ada mereka rasanya ga mungkin juga bisa sampai top global 1. Apalagi solo ga mungkin lah. Intinya partyannya harus cocok lah. Mereka bantu, hingga season 12 happy ending.”

“Intinya sekali main jangan sampai ada kalahnya. Boleh kalah, tapi jangan sering-sering. Partyannya harus oke. Karena kalau tidak main seharian cuma buang-buang waktu saja. Itu yang ngebantu bisa dapet top global Lolita. Tipsnya cari partyan yang oke. Kalau bisa jarang kalah. Tidak ada yang lain cuma itu saja syaratnya,” pungkas dia panjang lebar.
BACA JUGA: Dream team Mobile Legends menurut SK_1st
