Sebagai juara MPL SG Season 2, EVOS SG memiliki kesempatan untuk memilih calon-calon lawannya di ONE Esports MPLI 2021 melalui Captain’s Draft yang akan dilakukan pada Minggu (31/10/2021) pukul 18:00 WIB. Pada kesempatan tersebut, kemungkinan EVOS SG akan memilih beberapa tim besar untuk masuk ke bracket mereka.
Hal ini secara tidak langsung diungkapkan oleh mantan player dan kapten EVOS SG yang kini beralih menjadi manajer tim, EVOS Soul, kepada ONE Esports dalam sesi interview jelang MPLI 2021.
Dalam wawancara tersebut, EVOS Soul mengakui bahwa EVOS SG atau wakil Singapura lainnya menjadi tim yang tidak diunggulkan di MPLI 2021. Ia merasa bahwa kualitas tim-tim dari MPL ID dan MPL PH masih menjadi yang terbaik saat ini.
Kondisi ini membuat EVOS Soul ingin memanfaatkan MPLI 2021 sebagai sarana bagi timnya untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan menghadapi tim yang lebih bagus dan kuat dari region lain, terlebih saat ini mereka memiliki banyak pemain baru yang minim pengalaman.
“Karena kami selalu menjadi region sebaliknya dibanding Indonesia dan Filipina, termasuk Myanmar yang berada di top level, kami selalu ingin belajar dari mereka,” ucap Soul kepada ONE Esports.
“Kami tahu bahwa belajar dari mereka saja itu tidak akan cukup. Kami masih harus mengimprovisasi satu atau dua hal dari mereka. Jadi kami ingin berjumpa dengan tim yang lebih baik dan kuat dari region lain,” tuturnya.

Dengan kata lain, mungkin EVOS SG akan memilih beberapa tim besar dari Indonesia dan Filipina yang ingin mereka jajal kemampuannya untuk masuk ke bracket mereka.
Satu atau lebih jumlah tim besar yang mereka pilih, toh nantinya yang akan EVOS SG hadapi hanya satu di babak perempat final dan mereka berharap tim tersebut adalah yang terbaik dari yang terbaik untuk bisa memberikan pelajaran dan pengalaman bagi timnya.
Di sisi lain, EVOS Soul mengaku bahwa timnya sangat berharap bisa berjumpa dengan EVOS Legends di MPLI 2021 karena sebelumnya kedua tim ini disebut Soul tidak pernah bertemu di ajang internasional sebelumnya yang mereka ikuti.
Soul ungkap kendala EVOS SG dan tim-tim Singapura dalam berkembang

Meski menjadi salah satu region yang kurang diperhitungkan di scene Mobile Legends, bukan berarti Singapura tidak memiliki pemain berkualitas di negaranya. Namun karena satu dan lain hal, para pemain tersebut memilih untuk tidak masuk ke scene kompetitif.
EVOS Soul pun mengungkapkan setidaknya dua kendala yang dimiliki EVOS SG dan tim-tim Singapura lainnya untuk bisa berkembang dan mengikis ketertinggalan dari tim-tim Indonesia dan Filipina.
“Sejak scene Mobile Legends menjadi semakin kompetitif, hal ini (untuk bisa bersaing) selalu menjadi permasalahan bagi Singapura dan hingga saat ini masih tidak banyak berubah,” kata EVOS Soul kepada ONE Esports.
“Semua ini tentang perbandingan waktu yang dimiliki untuk latihan sangat jauh (dibanding tim dari region lain). Selain itu saya mengenal banyak pemain muda potensial dengan kualitas bagus, tetapi mereka tidak ingin masuk ke scene kompetitif karena masih sekolah,” tuturnya.
Di Singapura, scene kompetitif Mobile Legends memang masih belum bisa disebut menjanjikan bagi para pemainnya. Bahkan sejak masa lalu, kita mendengar bahwa para pemain besar dari negara tersebut, termasuk Soul, mengaku harus mencari pekerjaan sampingan karena penghasilan sebagai pro player tidak cukup besar.
BACA JUGA: Jadwal MPLI 2021, tim peserta, bracket dan format turnamen