Burmese Ghouls menjadi buah bibir di scene Mobile Legends dunia. Mereka berhasil lolos ke grand final M2 World Championship.
Tak ada yang menyangka BG bisa tampil begitu menggila di M2. Mungkin banyak orang sudah tahu tim ini sebagai kuda hitam, tapi tak sehebat apa yang mereka perlihatkan.
Burmese benar-benar berhasil memperlihatkan performa atraktif dengan gameplay unik. META dan hero-hero yang mereka gunakan pun tak sama dengan tim lain.
Tak kaget jika Burmese menjadi satu-satunya tim yang melaju mulus di upper bracket sampai grand final. Pada laga puncak pun mereka memberikan perlawanan kepada Bren bahkan sempat unggul 3-2. Namun, Bren punya mental lebih kuat dan mereka yang akhirnya juara.
Menjadi runner-up sudah sangat spesial bagi BG. Bahkan masyarakat Myanmar menjadikan mereka sorotan. Salah satu player wanita dan streamer top Myanmar, Ingyin Phoo, mengungkapkannya eksklusif kepada ONE Esports.
- BREN Esports harus waspadai Diggie Burmese Ghouls
- ‘Fans Myanmar dan Filipina sempat panas sebelum grand final M2’
“Saya pikir apa yang BG lakukan tak haya membuat sejarah untuk esports Myanmar, tapi juga memberikan harapan untuk para player esports di sini, bahwa mereka bisa bersaing di level top dunia,” ujar Ingyin eksklusif.
“Jelas kami sangat antusias mendukung tim negara kami di grand final M2. Meski mereka kalah, kami tetap bangga dan percaya bahwa BG menaikkan standar kualitas da menjadi contoh semua player pro di sini. Saya yakin ini bukan terakhir kalinya Myanmar tim bermain baik di event internasional MLBB,” tambah dia.

Antusiasme menggila terjadi di Myanmar. Hal itu diakui Ingyin, bahkan laga grand final disiarkan langsung di televisi.
“Euforia benar-benar terjadi ketika BG melangkah sejauh itu. Laga disiarkan di semua platform bahkan televisi. Hampir semua player MLBB di Myanmar menonton laga itu,” tuturnya.
“Performa istimewa Burmese Ghouls membuat Myanmar tak akan lagi menjadi underdog di turnamen-turnamen ke depannya. Fans sangat bangga dengan mereka,” tutup Ingyin.
BACA JUGA: 4 hero terpopuler dengan win rate tertinggi di M2