Victim Esports mungkin bukan tim Mobile Legends: Bang Bang yang sering disorot media. Tapi belakangan mereka memperlihatkan kapasitas yang luar biasa.
Setelah sempat mengalahkan Louvre Esports dan melaju ke final IENC 2019 sebelum dikalahkan EVOS Esports, Victim mencatat prestasi istimewa pada turnamen Independence Cup.
Ini adalah turnamen sekaligus ajang uji coba dua roster timnas Mobile Legends Indonesia hasil dari pelatnas. Ada timnas A dan timnas B.
Timnas Indonesia A berisi Udil, Antimage, Drian, Psychoo, Lemon, dan Watt. Sementara Timnas B memiliki Oura, Donkey, Rekt, Wannn, Vyn, dan Marsha. Sayangnya kedua tim ini tak mampu menumbangkan kesolidan dari Victim.
Victim menghadapi timnas A di babak semifinal. Mereka sebenarnya kalah di game pertama karena performa Lemon yang luar biasa ketika didampingi para penggawa Onic. Tapi, Victim memperlihatkan mereka punya kualitas. Sanz, Saanji, Xinthink, Onmyway, dan Renbo benar-benar tampil menggila dan berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1.
Sanz yang menjadi bintang di game akhir semifinal dengan 7 kill kembali mencolok performanya di laga puncak melawan Timnas B.
Timnas B memang berhasil mengambil game pertama yang mana Wannn menggila dengan 11 kill-nya. Tapi di game kedua dan ketiga, Victim comeback lagi.
Khusus untuk game tiga, pertandingan berjalan ketat selama lebih dari 30 menit. Ada 3 lord yang sebenarnya dikejar Victim tapi dicuri oleh Donkey. Tapi, lord keempat berhasil diambil Victim lewat aksi gemilang Sanz yang menggunakan Claude.
Tak ayal Victim pun berhasil memastikan gelar juara Independence Cup dan akan mendapat hadiah sebesar Rp35 juta.
Victim Esports sebenarnya lolos ke pelatnas. Tapi mereka memilih mundur. Belum ada alasan jelas mengapa hal itu terjadi.