Blacklist International harus puas finis di peringkat ketiga M5 World Championship setelah langkah mereka dihentikan begitu saja oleh AP Bren dengan skor 0-3 di final lower bracket, Sabtu (16/12). Hasil ini membuat OHEB dkk gagal menyisiri lower bracket hingga menembus partai grand final.

Kekalahan tanpa balas atas AP Bren ini sebenarnya cukup mengejutkan. Meski Blacklist memang tidak terlalu diunggulkan ketimbang lawannya itu, tetapi hasil tersebut seakan menghilangkan keperkasaan mereka di laga-laga sebelumnya.

Kredit: Moonton

Dengan kata lain, hasil ini menunjukkan bahwa telah terjadi sesuatu, antara di kubu Blacklist mau pun Bren. Blacklist seakan tidak memiliki persiapan yang matang untuk menghentikan permainan sang lawan yang seharusnya sudah sangat familiar bagi para pemain karena sama-sama bermain di MPL PH.

Seusai pertandingan, ONE Esports mencoba menanyakan kepada Technical Coach Blacklist, BON CHAN, tentang apa yang membuat timnya tidak bisa merebut satu game pun atas Bren. Mantan pelatih yang sukses mengantarkan Blacklist menjuarai M3 itu pun percaya bahwa kekalahan 0-3 yang diderita Bren dari ONIC Esports telah membuat Pheww dkk menjadi tim yang berbeda saat menghadapi mereka.

“Saya pikir ini semua tentang keinginan besar yang dimiliki Bren. Mereka kalah 0-3 dari ONIC dan saya pikir hal itu telah membangkitkan api yang ada di dalam diri pemain. Mereka telah menjadi tim yang lebih baik pada hari ini,” ucap BON CHAN kepada ONE Esports.

BON CHAN, Blacklist International, MPLI 2023
Kredit: Dhonazan Syahputra/ONE Esports
BERITA TERKAIT
Jadwal ONIC Esports di M5 World Championship
Eksklusif: Pengorbanan Kid Bomba ke M5 dan inspirasi IGN-nya
ONIC Esports ke grand final M5, AP.BREN dibuat tak berdaya

BON CHAN akui eksekusi permainan AP Bren lebih baik dari Blacklist

Kredit: Moonton

Pada pertandingan menghadapi AP Bren, BON CHAN mengakui bahwa Blacklist sebenarnya tidak memiliki masalah yang cukup berarti. Apalagi jika berbicara soal draft yang telah dibuat oleh sang pelatih, Master the Basic.

Meski secara draft Blacklist lebih baik, tetapi BON CHAN menilai bahwa eksekusi permainan Bren menjadi pembeda pada pertandingan tersebut. Permainan Bren jauh lebih baik jika dibandingkan ketika menghadapi ONIC Esports sebelumnya.

“Mereka memiliki eksekusi permainan yang lebih baik. Saya sebenarnya cukup puas dengan draft Blacklist, dan bahkan kami menang secara draft seperti biasanya. Namun atas apa yang terjadi di dalam permainan, Bren memiliki eksekusi yang lebih baik,” tutur pelatih bernama lengkap Kristoffer Ricaplaza itu.

Kebangkitan dari AP Bren inilah yang harus diperhatikan oleh ONIC Esports ketika mereka memainkan partai grand final pada Minggu (17/12). Rasa ingin membalas atas apa yang terjadi di final upper bracket dan tidak ingin membuat publik Filipina sebagai tuan rumah M5 merasa malu bisa menjadi tambahan motivasi yang harus diantisipasi.

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Jadwal playoff M5 World Championship, format, hasil dan cara menonton