Gelaran Mobile Legends Professional League Filipina (MPL PH) Season 7 telah berakhir pada Minggu (30/5/2021). Pada musim tersebut, Blacklist International yang tampil hebat di sepanjang kompetisi berhasil memastikan diri menjadi juara.
Di sepanjang MPL PH Season 7, ada banyak fenomena berbeda yang terjadi, jika kita membandingkannya dengan MPL ID Season 7. Salah satunya adalah kemunculan Aldous yang cukup sering digunakan, terutama oleh jungler Blacklist Int, Wise.

Blacklist Int memainkan Aldous sebanyak lima kali di sepanjang MPL PH Season 7, di mana hero Fighter ini sukses mendapatkan win rate 100 persen alias tak pernah kalah. Hero ini juga di-ban sebanyak lima kali di sepanjang kompetisi.
Secara tidak langsung, data ini menunjukkan bahwa Aldous sejatinya berada di luar META yang ada di Filipina. Namun, cukup mengejutkan juga melihat Blacklist International selalu mampu meraih kemenangan bersama hero ini.
Bahkan, Blacklist International memutuskan untuk kembali memainkan hero ini pada game ketujuh alias penentuan di pertandingan grand final MPL PH Season 7 menghadapi Execration, ketika kedudukan sama kuat 3-3.
- Blacklist.Edward terpilih menjadi MVP final MPL PH Season 7
- Khufra kembali META, keuntungan EVOS Legends dan Bigetron Alpha
Ryan KB sebut Aldous sesuai dengan gameplay Blacklist Int
Sebagai salah satu analis Mobile Legends terbaik di Indonesia, Moch Ryan “KB” Batistuta mencoba memberikan pandangan dan pendapatnya mengenai kesuksesan Blacklist International bersama Aldous.

Di mata Ryan KB, gameplay yang dimiliki oleh Blacklist International yang selalu mengandalkan META “Nice One Baby” atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai “2 Support/Solid” ini sangat cocok untuk membuat Aldous dengan segala skill yang dimiliki bisa melakukan tugasnya sebagai jungler dan killer dengan baik.
“Aldous, walaupun di Indonesia disebut sebagai ‘META Epic’, tetapi jangan salah juga karena hero ini satu-satunya pemilik scaling late game paling mematikan. Ditambah dengan ultimate Chase Fate yang auto-lock ke satu hero target dan mudah melakukan rotasi, membuat kontrol team fight-nya menjadi lebih pasti,” ucap Ryan KB seperti dikutip dari RevivaLTV.
“Selain itu, Blacklist adalah tim yang terkenal dengan back up-nya yang cepat. Hal ini yang membuat Aldous yang digunakan Blacklist masih (memiliki win rate) 100 persen,” tuturnya.

Pada game terakhir di grand final MPL PH Season 7, Blacklist International bahkan memainkan dua support murni, yaitu Rafaela dan Estes, demi menunjang Aldous dan hero lainnya, Harith dan Paquito, serta mendominasi team fight dengan formasi lima hero bersamaan (solid).
BACA JUGA: Pelatih Blacklist Int hampir menyerah sebelum juara MPL PH Season 7