Bigetron Alpha merupakan salah satu tim yang didominasi pemain muda. Seiring kepergian Branz dan DreamS, roster MPL ID S9 dari BTR benar-benar segar.
Segar bukan dalam arti baru, tapi rataan usia pemainnya semuanya masih belia. pemain tertua di tubuh tim adalah Renbo yang itu pun baru 22 tahun. Sisanya di bawah itu.
Tak kaget jika Bigetron Alpha adalah tim yang dikenal sangat berisik ketika bermain offline. Entah taunting ke lawan, pun teriak-teriak memperlihatkan emosinya pada sebuah pertandingan.

Hal ini sudah terjadi sejak MPL ID S7. Bahkan Bigetron Alpha vs Alter Ego dikenal sebagai Derby STM karena ketika bertemu teriakan kedua belah tim begitu lantang terdengar.
Sayangnya kebiasaan ini belum berbuah hasil maksimal. Trofi MPL masih tidak bisa diangkat. Pada MPL ID S9, kebiasaan tersebut sepertinya akan sedikit diubah.
Renbo jamin Bigetron Alpha tak akan terlalu antusias lagi
Pasca kemenangan atas Rebellion Zion di hari pertama pekan satu MPL ID S9, Renbo berkomentar terkait kebiasaan tim itu.
Memang pada laga tersebut belum ada yang tahu apakah kebiasaan itu hilang atau tidak, menengok BTR bermain di GH karena ada kontak erat dengan COVID-19.

Tapi sang kapten memastikan bahwa timnya akan sedikit mengurangi kebiasaan teriak-teriak dan taunting tersebut.
“Kami sekarang sudah mulai disiplin, tapi kayaknya tetap sih (teriak) beberapa kali. Porsinya saja dikurangi lah,” katanya dilansir Revival TV.
Taunting dan teriak jadi tradisi offline MPL ID
Meski begitu, sejak playoff MPL ID S8, hampir semua tim memiliki tradisi seperti Bigetron Alpha. Bahkan tim seperti RRQ Hoshi pun melakukannya. Aura Fire pun memperlihatkan itu saat grand final Piala Presiden Esports 2021.

Jika ada tim yang jarang memperlihatkan ekspresi, mungkin hanya EVOS Legends dari jajaran tim papan atas.
BACA JUGA: Johnson Renbo terlalu OP!