Banyak tim-tim baru yang bermain di musim reguler WSL Season 2. Meski begitu, tak bisa dimungkiri empat tim yang sementara berkuasa masih mereka tim-tim besar.

EVOS Ladies, Alter Ego NYX, Belletron Era, dan Siren Moon memperlihatkan kelas berbeda ketimbang empat tim lainnya.

Keempat tim ini terlihat masih sangat mampu mengendalikan tiap laga, terutama saat menghadapi sisa tim yang dari kualifikasi. Laga ketat benar-benar terjadi ketika mereka saling berhadapan.

7Heaven Alexandrite menjadi salah satu tim kualifikasi yang dirasa paling punya kekuatan. Tapi tetap saja mereka harus menerima kesalahan telak 0-2 di pekan pertama menghadapi Siren Moon dan Alter Ego.



Sebuah pernyataan menarik diungkap support andalan Alexandrite, Baby G kepada ONE Esports. Menurutnya, masalah Alexandrite dan beberapa tim kualifikasi lain adalah mereka bermain terpisah, tidak di satu tempat atau satu GH seperti empat besar yang ada.

“Menurut saya keberadaan Gaming House itu berpengaruh sekali sih. Kumpul semua player diajari oleh coach dalam satu tempat, pengaruhnya begitu besar. Dibandingkan dengan kami yang pisah-pisah dari rumah masing-masing. Chemistry kalau ketemu langsung juga lebih enak,” ujarnya.

“Hal ini terjadi karena memang jauh-jauh dan pisah-pisah semua pemainnya,” tambah dia.

Memang, hanya NGID Aiko tim kualifikasi yang kerap tampil bersama-sama tiap laganya. Sementara dua tim 7Heaven ditambah Artemis Aster tampil di rumah masing-masing.

BACA JUGA: Rekap WSL pekan pertama hari ketiga: Alter Ego NYX dan EVOS Esports kokoh di puncak