Menjadi juara kompetisi sebesar Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) merupakan sebuah pencapaian besar bagi setiap pemain. Hal ini juga berlaku bagi salah satu player EVOS Legends, Antimage, usai mengantarkan timnya menjadi yang terbaik di MPL ID Season 7.
Bagi setiap tim dan pemain yang berkompetisi di MPL ID Season 7, meraih gelar juara adalah tujuan utama. Musim ini juga menjadi pembuktian bagi EVOS Legends setelah mereka merombak roster dengan melakukan beberapa transfer fantastis, salah satunya Antimage.
Setelah MPL ID Season 6 berakhir, EVOS Legends langsung memboyong Antimage dari ONIC Esports, LJ dari RRQ Hoshi, serta mengembalikan Luminaire dari masa pensiunnya. Hal ini menunjukkan ambisi mereka untuk menjadi juara setelah direbut RRQ Hoshi selama dua musim beruntun.
Beruntung bagi EVOS Legends, mereka berhasil membuktikan diri sebagai tim terbaik setelah sukses menaklukkan Bigetron Alpha di partai grand final dengan skor 4-2. Gelar inipun menjadi yang kedua bagi EVOS Legends di sepanjang MPL ID.
Bagi Antimage, gelar juara ini juga menjadi yang kedua bagi dirinya setelah sebelumnya sempat meraihnya bersama ONIC Esports pada MPL ID Season 3.
Hal ini menjadi penyebab mengapa Antimage mengaku tidak terlalu terpuaskan setelah berhasil mengantarkan EVOS Legends menjadi juara MPL ID Season 7, bahkan sampai ia sebut “terasa hambar”. Namun, ternyata bukan hal itu saja faktornya.
“Dibilang senang, menang senang, tapi hambar. Ada banyak faktornya sih. Mungkin karena saya sudah pernah juara, atau memang karena lawannya tidak terlalu fight banget, mungkin,” ucap Antimage dalam podcast Empetalk di channel YouTube Jonathan Liandi.
“Berbeda dengan pertandingan RRQ vs Alter Ego, di mana kita tidak tahu siapa yang benar-benar akan menang. Kalau kali ini (grand final vs Bigetron Alpha) mungkin tidak terlalu separah (sesengit) itu sih,” tuturnya.
Selain itu, Antimage juga menuturkan bahwa dirinya tidak terlalu mendapatkan adrenalin di pertandingan grand final menghadapi Bigetron Alpha. Namun, ia juga mengakui bahwa Bigetron Alpha adalah lawan yang sangat tangguh.
Meski demikian, tujuan dan harapan Antimage pindah ke EVOS Legends ini tentu untuk menjadi juara. Dengan kata lain, kini ia telah berhasil memenuhi ekspektasinya itu dan melanjutkannya di beberapa turnamen lainnya, seperti Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2021, MPL ID Season 8, hingga M3 World Championship.
Perjalanan Antimage dan EVOS Legends di MPL ID Season 7

Meski telah memiliki tim bertabur bintang, perjalanan EVOS Legends di MPL ID Season 7 tidak semulus yang diharapkan. Mereka sempat tertatih-tatih di awal, hingga harus dihadapkan dengan penyataan bahwa core utama mereka, Wannn, memilih untuk rehat di tengah musim.
Perlahan namun pasti, performa EVOS Legends mulai solid dan chemistry di antara pemain makin kuat, meski hanya finis di peringkat kedua pad musim reguler di bawah ONIC Esports dan unggul head-to-head dengan RRQ Hoshi untuk memastikan satu tempat di upper bracket playoff.
Di babak playoff, EVOS Legends juga tidak memiliki perjalanan yang mulus. Mereka sempat diturunkan ke lower bracket oleh Bigetron Alpha di final upper bracket.
Beruntung bagi EVOS Legends, REKT dkk mampu bangkit untuk menyingkirkan Genflix Aerowolf di final lower bracket, sebelum membalaskan dendam mereka dari Bigetron Alpha di grand final.
Gelar juara MPL ID Season 7 ini adalah yang kedua bagi EVOS Legends setelah sebelumnya mereka berhasil meraihnya pertama kali pada Season 4.
Di sepanjang MPL ID Season 7, performa Antimage sebagai offlaner terbilang sangat konsisten, hingga tak tergantikan oleh player lainnya. Bahkan tak jang juga ia melakukan beberapa aksi yang sangat menentukan bagi EVOS Legends dalam memenangi permainan.
BACA JUGA: Di SEA Games 2021, semangat Luminaire-REKT bakal kembali membara?