Keperkasaan yang berhasil ditunjukkan Alter Ego di sepanjang keikutsertaan mereka di ONE Esports MPL Invitational beberapa waktu lalu menunjukkan bahwa mereka telah berkembang sangat pesat. Bagaimana tidak? Mereka berhasil menyapu bersih kemenangan di setiap game hingga merengkuh gelar juara.
Alter Ego tampil begitu perkasa dengan meraih kemenangan 2-0 saat berjumpa dengan EVOS Legends, Genflix Aerowolf, RRQ Hoshi, dan Geek Fam ID sebelum menang 3-0 atas Bren Esports di grand final.
Hal ini menunjukkan bahwa Alter Ego telah berhasil bangkit dan mengevaluasi segala kesalahan yang mereka lakukan di ajang Mobile Legends Professional League Indonesia (MPL ID) Season 6, di mana mereka harus puas finis di peringkat kedua usai kalah 2-3 dari RRQ Hoshi dalam pertandingan grand final yang sangat menyakitkan.
Banyak pihak juga yang percaya bahwa performa gemilang ini adalah buah dari persiapan matang dan keseriusan Alter Ego dalam berlatih. Namun, ternyata semua anggapan tersebut salah besar.
Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan ONE Esports di sepanjang gelaran MPL Invitational, pihak Alter Ego mengaku bahwa mereka selalu mengalami kekalahan saat melakukan scrim sebelum tampil di turnamen se-Asia tenggara itu. Kini, hal ini semakin diperjelas oleh salah satu player andalan Alter Ego, Ahmad.
Ketika berbincang dalam podcast “EMPETALK” di channel YouTube Jonathan Liandi, Ahmad menuturkan seperti apa persiapan Alter Ego jelang tampil di ONE Esports MPL Invitational. Intinya, persiapan mereka bisa dibilang berantakan.
“Rencananya itu kumpul lagi di GH tanggal 8 (November 2020) untuk liburan bersama dan mulai latihan tanggal 14, tetapi tidak jadi karena Ko Delwyn nikahan. Jadi kami langsung mulai latihan tanggal 14, tetapi saat itu tiba-tiba Udil tidak bisa ikut latihan karena sedang ada masalah,” ucap Ahmad.
“Hal ini membuat kami harus memutar roster, tetapi di situ kami merasa komunikasi dan lainnya kurang maksimal karena tidak adanya Udil, hingga pada H -3 timbul trust issue di antara kami dan membuat semuanya begitu berantakan. Baru H -2 Udil kembali ke GH dan mulai latihan bareng, tetapi semuanya tetap kacau, hingga di scrim kami selalu kalah,” tuturnya.
- Bukan gelar, ini hal membanggakan bagi Ahmad saat menjuarai ONE Esports MPLI
- Ini yang diinginkan Udil jika berhasil angkat trofi M2
Setelah itu, Ahmad mengatakan bahwa para player Alter Ego memutuskan untuk masing-masing melakukan introspeksi diri, sebelum “keajaiban” menghampiri mereka pada H-1.
“Saat H -1, kami bermain Ranked dan tiba-tiba semua tim kami bantai. Siapapun kami bantai di bawah 10 menit. Kami tidak tahu kenapa, hanya saja kami merasa feel-nya itu dapet banget. Komunikasi sekilas saja, tetapi semuanya masuk (berjalan lancar). Pokoknya kami bermain rapi banget, walaupun tetap gak percaya diri untuk menghadapi EVOS Legends,” kata Ahmad.
Hal ini ternyata juga terjadi kepada Alter Ego jelang pertandingan menghadapi RRQ Hoshi. Memiliki waktu lima hari untuk latihan dan scrim, mereka kembali mengalami kekalahan, tetapi kembali mendapatkan feel-nya di H -1 saat bermain Ranked.
BACA JUGA: Mengingat kembali Alter Ego yang nyaris juara di MPL ID Season 6