Musim ini performa tim Mobile Legends Rex Regum Qeon cukup menawan. Berisikan cukup banyak player baru, RRQ mampu tampil solid dan mengakhiri musim reguler MPL season 4 di peringkat kedua.

Mereka hanya kalah dari EVOS Esports yang memang sedang dominan dan ada di pucuk klasemen akhir sebelum menjalani playoff.

CEO RRQ, Andrian Pauline, sempat mengungkapkan bahwa kunci apiknya performa tim adalah keberadaan pelatih Adi Syofian Asyauri atau Acil.

ONE Esports pun bertanya lebih dalam kepada AP terkait Acil. Apalagi background sang pelatih sebenarnya adalah Dota 2, bukan Mobile Legends.

Ia menjelaskan bahwa kedekatan Acil dengan para player MLBB RRQ, terutama yang sudah senior, menjadi salah satu faktor.



“Perihal Acil yang sama-sama pemain Dota dan satu tim dengan R7 juga, kenapa dia menjadi pelatih, lebih ke arah Acil itu salah satu pemain yang GH-nya MLBB dan Dota kan sama. Dia adalah player Dota yang bisa nyambung dengan pemain MLBB. Dia dan R7 sering nongkrong bareng dulu. Kedekatan ini yang akhirnya berpengaruh,” ujarnya.

“Siapa sih yang bilangin Tuturu dan Lemon, pemain senior dengan jam terbang yang tak bisa dianggap remeh kemampuan analisis meta, taktik, dan strategi. Mereka juga ngerti. Tapi yang ga ada adalah kemampuan orang yang bisa menyatukan chemistry. Ini bukan teknis lagi. Akhirnya Acil dipilih karena itu dan berhasil. Banyak yang pesimistis awalnya, tapi lumayan berhasil.”

“Dia earn punya respect. Karena kita ga bisa minta pemain-pemain langsung hormat dengan dia. Pemain-pemain ini ingin lihat bahwa dia memang seorang pelatih yang baik dan bisa berkomunikasi dengan baik. Dia tunjukkan kapasitas dan kita dari sisi manajemen juga happy karena akhirnya ada orang yang netral,” tambah dia.

“Kalau dulu manajer tim sungkan untuk ngomong. Sekarang coach memang tugas dia untuk mengawasi, kasih masukan, racik strategi, dan yang terpenting cara berkomunikasi,” tutup dia.

BACA JUGA: Break jelang playoff MPL: EVOS ke Dufan, RRQ main paint ball