Alasan REKT untuk pertama kalinya tak mendapat kemilau di scene kompetitif akhirnya terkuak. Comeback setelah rehat selama dua musim, sang pemain memilih Alter Ego sebagai pelabuhan.
Ekspektasi dan harapan banyak orang akan Alter Ego bersama REKT menjunjung tinggi. Hal ini bermodalkan trek rekornya yang begitu mumpuni bersama EVOS Legends sebelumnya.

Fakta berkata lain. Alter Ego malah mengalami nasib sangat buruk. REKT cuma dimainkan di empat pertandingan pertama yang semuanya kalah, setelah itu dia menjadi camat.
Sampai akhirnya hal buruk harus dirasakan tim yakni untuk pertama kalinya gagal lolos playoff MPL ID. REKT dianggap tak memberi dampak.

Mungkin banyak yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi. Pelatih Caesius sudah membeberkan banyak hal, terutama soal dia terlalu takut mengambil risiko memainkan REKT di sebagian besar season 12.
Dari sisi dalam, ternyata ada masalah nonteknis lain yang menjadi alasan REKT tak bisa memberikan efek positif kepada tim, bahkan main saja sulit.
Alasan REKT jadi cadangan Alter Ego
Untuk keempat kalinya REKT datang ke acara Empetalk. Di sini dia berbicara segala hal soal dirinya yang bergabung dengan Alter Ego, utamanya tentang masalah yang terjadi dan mengapa dia tak mampu memberikan dampak kepada tim.
Prasangka sebagian besar orang terkait adaptasi yang sulit dibenarkan. REKT mengaku sulit masuk ke lingkungan Alter Ego, begitu juga sebaliknya. Alasan REKT pun dibeberkan secara luas.
“Dari awal sudah ditentuin saya yang mengambil shotcaller decision intinya. Tapi saya masih baru dan agak tak enak serta segan. Dan ada barrier dengan anak-anak. Benar banget (sampai sekarang belum bisa ditembus),” kata REKT.
“Anggap lah saya yang dulu sama yang di AE beda banget, sekarang bukan REKT banget lah. Saya ada rasa tak enakkan, mungkin skill sosial saya yang kurang. Walau saya rada ngerti tapi tak bisa ungkapinnya. Karena saya lebih ke observasi lingkungan dulu kan.”

“Saya mantau lingkungannya gimana, dan saya kurang bisa masuk ke lingkungan Alter Ego. Saya coba masuk ke buku Alter Ego juga. Saya tak hanya kurang masuk, tapi tak bisa masuk ke sini, jadi kurang dapet. Sehingga temboknya pun semakin tinggi.”
“Saya melihat dari anak AE juga ada barrier ke saya. Mungkin karena saya punya nama besar sehingga mereka segan. Sama-sama ada barrier dua-duanya, sehingga rada berat. Itu yang saya rasakan dengan anak-anak.”
“Ini sulit banget untuk saya pecahkan dan pengalaman baru untuk hidup. Saya harus meningkatkan skill sosial lagi. Itu pembelajaran hidup di Alter Ego,” papar REKT panjang lebar.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Eksklusif: Alasan REKT jadi camat AE terungkap, ternyata tak pindah goldlane?