Genflix Aerowolf benar-benar berada dalam performa luar biasa. Tak ada yang menyangka Aerowolf begitu on-fire di playoff MPL ID Season 7.
Setelah memulangkan RRQ Hoshi di play-in, Aerowolf memang kalah di upper bracket dari EVOS Legends. Tapi, mereka tampil garang kembali di lower bracket saat menghadapi ONIC Esports.
Aerowolf tampil percaya diri, di saat ONIC baru kalah dari Bigetron Alpha dan harus langsung main tak sampai sejam setelah kekalahan tersebut.
Tak ayal, performa ONIC jauh dari kata maksimal. Aerowolf menguasai game sepanjang laga berlangsung dan akhirnya menang nyaman 2-0.
Game pertama secara mengejutkan ONIC mendapat tekanan besar. Setelah kekalahan dari Bigetron sepertinya energi ONIC lumayan terkuras.
- Bungkam ONIC, Bigetron Alpha tantang EVOS Legends di upper bracket
- Lemon bikin Aerowolf makin termotivasi saat bungkam RRQ Hoshi
Performa ONIC tak seperti biasanya. Agresivitas mereka hilang. sebaliknya, Aerowolf menggila dan memperlihatkan permainan yang begitu agresif.
Tekanan tingkat tinggi diperlihatkan Aero seiring keberadaan Mathilda dan Popol dan Kupa sebagai support yang sangat menggaggu lawan. Pharsa dan Roger sebagai core juga nyaman dalam jungling sehingga selalu satu langkah di depan core lawan.
Watt dan Bottle yang memainkan Pharsa serta Roger sama sekali tidak mati pada laga ini. Watt mendapat KDA 7-0-8 dan Bottle 5-0-3. Aero memenangi game 1 dengan mudah.
Game kedua, ONIC mulai memberikan perlawanan. Laga terbilang ketat dan jual beli serangan terjadi. Sayangnya, di sini Aerowolf unggul di sidelaner. Keberadaan Alice dan Yu Zhong benar-benar bisa mengacaukan formasi ONIC yang bisa ditabrak oleh dua hero ini.
Keberadaan Yve di Aerowolf lebih efektif ketimbang Chang’e milik ONIC. Beberapa kali war Aero mengandalkan real world manipulaton Yve. Tak ayal, mimpi juara ONIC buyar kembali. Aerowolf melaku ke final lower bracket.
BACA JUGA: Angela dan Diggie selalu di-ban adalah keuntungan bagi EVOS Legends