RRQ Hoshi berhasil keluar sebagai pemenang di Derbi Klasik perdana MLBB Professional League Indonesia Season 14 (MPL ID S14), dan kami bakal membahas apa alasan RRQ menang lawan EVOS di duel panas ini.
Derbi Klasik selalu menjadi pertandingan yang sangat dinantikan oleh para penggemar scene MLBB profesional. Mempertemukan dua tim dengan sejarah panjang, RRQ Hoshi dan EVOS Glory, laga ini syarat akan gengsi.
Pada gelaran perdana Derbi di MPL ID S14, skuat muda RRQ Hoshi mampu membuktikan jika mereka adalah tim yang lebih baik dan memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.

Alasan RRQ menang lawan EVOS
Kekuatan RRQ Hoshi belum diketahui EVOS

RRQ Hoshi telah melakukan perombakan besar-besaran pada rosternya, dan ini menjadi salah satu alasan RRQ menang lawan EVOS.
Susunan baru ini membuat EVOS Glory kesulitan mengukur dan mendalami kekuatan lawannya. Di sisi lain, RRQ Hoshi bisa main tanpa tekanan mengingat pihak yang dihadapi tidak mempunyai pemahaman cukup pada kekuatan mereka.
Setup Lord lebih baik

Alasan RRQ menang lawan EVOS berikutnya adalah teknis setup Lord yang baik dari Sang Raja. Di sepanjang pertandingan kita bisa melihat ini menjadi faktor krusial dalam hasil akhir pertandingan.
Di game pertama satu momen perebutan Lord memecah keseimbangan pertandingan dan membuat RRQ leluasa mendikte EVOS. Tanpa informasi yang cukup di Bush Mid Lane, dua Core Player, Fluffy dan Clawkun terkena inisiasi Idok yang berujung kekalahan untuk tim Macan Putih.
Di game berikutnya pun hal ini terlihat. Lord kedua yang sejatinya bisa didapatkan EVOS karena mereka unggul dalam penguasaan map harus tersungkur lesu setelah terkena jebakan yang berujung maut bagi Anavel.
RRQ Hoshi menguasai banyak gaya permainan

Menilik draft di dua game, terlihat jelas jika RRQ mampu mengeksekusi dua macam draft berbeda dengan sama baiknya.
Jika di game pertama mereka berhasil mengungguli EVOS Glory dalam adu draft team-fight. Draft game berikutnya jadi pembuktian jika Skylar cs juga menguasai gaya permainan Kiting atau tarik menarik.
EVOS Glory yang mengusung draft team-fight kolektif tak berdaya mengatasi jajaran Hero lincah yang mampu keluar masuk pertempuran dengan gesit. Alhasil Skill-Skill Ultimate penting EVOS terbuang tanpa memberikan hasil maksimal.
Latihan EVOS Glory kurang maksimal

Faktor yang tidak diduga-duga juga menjadi poin berikutnya pada alasan RRQ menang lawan EVOS, yaitu kurang fitnya salah satu anak asuh StrateG.
Dalam wawancara bersama MPL usai pertandingan, pelatih EVOS mengungkapkan Dreams mengalami demam tinggi sehari sebelum MPL ID bergulir. Hal ini membuat timnya harus berlaga tanpa line-up utama.
“Sebenarnya ada permasalahan internal, yaitu ada pemain yang sakit dan membuat latihan kami kurang maksimal. Sehari sebelum MPL, Dreams mengalami demam tinggi. Kita sudah mencoba memainkannya di satu pertandingan scrim, namun kondisinya tidak memungkinkan sehingga di pekan pertama kami harus bermain dengan line-up berbeda.”
Sutsujin menggila di Derbi Klasik

Jungler baru RRQ, Sutsujin, baru kembali ke Indonesia di musim ini usai tampil di Malaysia membela King Empire selama satu musim.
Laga comeback-nya benar-benar mengagumkan. Memakai dua tipe Hero berbeda, Alpha dan Nolan, sang Jungler tak memperlihatkan kecanggungan dan demam panggung sema sekali.
Tercatat ada 10 Kill dan 20 Assist ia torehkan pada pertandingan ini. Secara objektif, Sutsujin juga cukup efektif dengan mengamankan 3 Turtle dan 4 Lord.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Daftar tim MPL ID S14 dan roster lengkap