Lee “Faker” Sang-hyeok adalah salah satu pemain terbaik dan terkaya yang pernah ada di scene kompetitif League of Legends. Meski demikian, hal tersebut tak serta merta merta membuat pemain berusia 23 tahun itu menjadi pribadi yang boros dan konsumtif, meski ia bisa melakukannya.
Sepanjang kariernya, Faker telah berhasil menjuarai banyak ajang bergengsi League of Legends bersama SK Telecom T1, termasil dua kali LoL World Championship (Worlds) pada edisi 2015 dan 2016.
Berdasarkan data dari Esportsearnings.com, Faker merupakan pemain esports dengan pendapatan tertinggi ke-65 secara keseluruhan dan tertingi di scene League of Legends dengan pemasukkan sebesar US$1.254.240 hanya dari hadiah turnamen.
Belum lagi jika menghitung pendapatannya dari nilai kontrak bersama SK Telecom T1 yang dikabarkan mencapai US$2,5 juta, hasil streaming di patform Twitch, serta kontrak bersama beberapa merk besar yang menjadikannya sebagai brand ambassador.
Meski demikian dalam sebuah acara talk show Korea, Radio Star, Faker mengatakan bahwa dirinya memiliki gaya hidupnya yang relatif hemat. Mahkan sang midlaner itu mengungkapkan bahwa ia hanya menghabiskan kurang dari 200.000 Won Korea (sekitar Rp2,4 juta) per bulan!
Padahal Faker bisa mendapatkan uang sebesar itu hanya dengan sekali melakukan streaming di Twitch karena memiliki rata-rata 30.000 penonton.
- EVOS tak pernah menang dari Alter Ego di MPL Season 4 karena sombong
- Fortnite jadi game paling banyak dimainkan di Nintendo Switch di Eropa
Selain mengaku memiliki gaya hidup hemat, Faker juga menyimpan uang-uangnya untuk ia gunakan untuk kegiatan amal.
“Di masa depan, saya ingin menggunakan uang yang didapat untuk beramal. Karier seorang gamer profesional sangat singkat, jadi saya ingin mengelolanya dengan baik dan tetap bertahan selama mungkin,” tutur Faker seperti dikutip dari Dexerto.
Pada Oktober 2018, Faker sempat menyumbangkan 100% dari pendapatan streamingnya ke Yayasan milik PBB. Dia berhasil mengumpulkan ribuan dolar jelang Worlds 2018 dengan melakukan streaming hampir setiap hari.
Selain itu Faker juga berpartisipasi dalam kegiatan amal yang dilakukan Rick Fox pada Desember 2019 dengan mengeluarkan US$ 62.000 untuk Bahamas Relief Foundation.
Apa yang dilakukan Faker ini tentu dapat menjadi inspirasi bagi para player esports lainnya untuk melakukan hal yang sama, setidaknya untuk memiliki gaya hidup sederhana karena karier di dunia olahraga elektronik ini tidak lebih panjang dari olahraga tradisional lainnya.
BACA JUGA: Lima player OG kuasai puncak daftar pemain esports dengan pendapatan tertinggi
